Ketika akan sertifikasi, guru berusaha untuk membuat RPP dengan sebaik-baiknya, tetapi kenyataan di lapangan banyak dijunmpai RPP guru kurang dapat dibaca atau sulit dilaksankan oleh pembaca terutama guru lain. Hal ini menunjukkan selama ini guru hanya sekedar memenuhi kewajiban tanpa mengerti maksud dan tujuan adanya RPP. Mengapa demikian? karena guru selama ini sudah merasa bisa mengajar dan dengan pengalaman mengajarnya itu sudah cukup, apa buktinya? buktinya anak-anak ya bisa membaca, menulis, dan nilai ujiannya baik. Itulah alasan guru, ketika dikritik mengapa tidak membuat RPP. Apa jadinya konteks mengajar guru tanpa RPP? yang terjadi adalah guru asal mengajar dengan media ala kadarnya tanpa strategi pembelajaran yang cocok dan bahkan guru mengajar dengan teks book. Pada akhirnya terbentuklah manusia yang kurang kreatif dan lebih monoton dalam berpikir. Maka hilanglah makna kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk itu wahai guru yang bijak cobalah sekarang susun RPP dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan mutu generasi masa depan baik intelektual maupun kepribadiannya. Amin Semoga menjadi guru yang bijaksana.
Guru membuat RPP kesulitan atau malas?
January 28, 2009 · 1 Comment
→ 1 CommentCategories: guru · rpp
Tagged: guru, rpp
Perang di dunia tanpa henti???
January 5, 2009 · 2 Comments
Kekuasaan membawa manusia pada titik derajat paling rendah. Mengapa demikian?… Karena orang berkuasa rata-rata membawa nafsu yang sangat besar. Padahal perang yang paling sulit di kuasai adalah nafsu. Serangan Israel ke Palestina adalah nafsu syaitan yang menguasai orang-orang Israel. Naudzubillah…. Tanpa berpikir apa yang akan terjadi yang penting bagaimana tetap berkuasa walaupun menyakiti rakyat seluruh dunia terutama rakyat muslim. Sungguh perbuatan yang terkutuk, walaupun kita tidak bisa mengangkat senjata di palestina tetapi doa kita selalu menyertai perjuangan rakya palestina yang dzolimi oleh bangsa Isrel yang tidak mempunyai rasa belas asih yang ada hanya angkara murka. Coba kita renungkan sesungguhnya apa yang diinginkan bangsa penjajah di dunia ini. apa manfaat menyerang bangsa lain? …. sungguh bodoh orang atau negara yang senang berperang. Jadi kalau kita bangsa yang pandai pasti pemerintah akan berani mengutuk Israel dan menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk memboikot segala produk Israel dan melakukan embargo kepada Israel. Mengapa PBB takut pada Israel, apa karena hak veto Amerika. Oh sungguh ironis dewan keamanan PBB yang terdiri dari berbagai negara hanya kalah dengan satu negara. Kalau gitu bubarkan saja PBB. Mari bangun kekuatan baru di negara-negara cinta damai.
→ 2 CommentsCategories: Uncategorized
Tagged: Israel, Palestina, Perang
Menjadi PNS, Apakah Merupakan Cita-cita?
December 18, 2008 · 4 Comments
Heboh…. begitu besar minat manusia Indonesia ingin menjadi PNS, gedung olah raga, lapangan menjadi tempat tes PNS, Hal ini membuktikan bahwa berribu-ribu, berjuta-juta orang di Indonesia bercita-cita jadi PNS. Apakah memang begitu? mungkin ya kenyataan membuktikan itu. ambil contoh ketika seorang laki-laki ingin melamar calon istrinya, orang tua si calon istri di Indonesia akan bertanya apakah pekerjaannya? kalau jawab PNS kemungkinan besar akan diterima. Alasan orang tua karena kalau pekerjaan PNS sulit dipecat, mendapat gaji tetap setiap bulannya, kerjanya santai dan mudah ijinnya kalau sewaktu-waktu dibutuhkan orang tua. Dengan paradigma itu menunjukkan bahwa enak betul jadi PNS. Hal inilah yang mendorong manusia Indonesia tidak dapat maju, kreatif, inovatif, dan dampaknya pengangguran di mana-mana. Apalagi dampak krisis global menjadi alasan sulitnya mengembangkan diri dalam menuju kemandirian. Akhirnya jalan yang enak adalah makan dari uang rakyat yaitu menjdai PNS.
→ 4 CommentsCategories: Uncategorized
Tagged: Cita-cita, Pegawai negeri sipil, PNS
Masih Ada Laskar Pelangi Pada Jaman ini …..
October 14, 2008 · Leave a Comment
Laskar Pelangi membuat dunia pendidikan menjadi heboh…., tetapi sebenarnya kejadian itu masih ada dan banyak sekali dijumpai di negeri yang tercinta ini. Masih adakah orang yang peduli akan pendidikan anak-anak generasi bangsa ini yang menjadi penerus di negara Indonesia. Wahai kaum pendidik, ayo kita berjuang untuk menghapus kebodohan di negara ini.
→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: laskar pelangi
Ketidakadilan ada di mana-mana
August 28, 2008 · Leave a Comment
Tangisan rakyat kecil sekarang ada di Indonesia yang telah 63 tahun merdeka, penderitaan ada di mana, para bayi menangis, karena kehabisan air susu, anak-anak menangis mencari perlindungan, para remaja menjerit histeris, meratapi nasibnya, para orang tua berontak, meratapi nasibnya yang malang. Mengapa…. mengapa?… itulah yang timbul pertanyaan para pendiri negeri ini di alam kubur. Hal ini adalah merupakan kecerminan ketidakadilan para pemimpin negeri ini, ambil contoh di Jakarta berapa ribu kepala keluarga kena gusur, padahal mereka sudah menempati lahan berpuluh-puluh tahun. kenapa pada waktu mereka mendirikan rumah tidak dicegah, mungkin ada oknum yang menarik uang pada mereka, dan sekarang ganti gubernur atau walikota mereka tergusur. Adalagi yang mencengangkan di negeri ini, apa itu KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS ramai-ramai orang disuruh pemerintah mengganti kebutuhan memasak mereka dari minyak tanah ke gas. dengan dalih semunya gratististis….. Eh ahlah pancen pemimpin tidak punya hati, dalih penghematan bbm, tapi menguntungkan pengusaha gas, dengan menaikan harga. apakah ini merupakan keadilan?… Sekarang rakyat begitu kebingungan mana yang dianut pemimpin atau bertindak sendiri-sendiri saja tanpa harus ada pemimpin? Ya sudalah nasi sudah menjadi bubur, kalau gitu gimana buburnya dimasak agar menjadi enak. Kalau gitu pemimpin yang tidak jujur, tidak adil lebih baik dimasak aja oke?……. Kemudian mari kita pilih pemimpin yang betul-betul adil, jujur, dan bijaksana. Eh… eh tapi sulit juga ya! siapa ya? …..
→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: adil, gas, minyak, negara, pemimpin
Merdeka, dan Korupsi
August 17, 2008 · Leave a Comment
Teriakan merdeka berkumandang di seluruh pelosok negeri ini tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Semangat juang yang tinggi, rasa nasionalisme, kebangsaan, dengan tulus ikhlas pada waktu itu rakyat Indonesia membara di hati sanubari yang paling dalam. Sungguh hebat, betapa tidak para penjajah diusir dari negeri tercinta dengan bermodalkan bambu runcing, tetesan darah, keringat untuk memperoleh kemerdekaan. Allah telah merestuinya tapat tanggal 17 Agustus Indonesia diberi kenikmatan luar biasa untuk menjadi suatu negara yang dapat berdiri sendiri di atas tanah yang subur ini. Tapi teriakan itu sekarang telah berganti, selama 63 tahun merdeka, para pemimpin bangsa pada saat ini lebih mengedepankan kata korupsi, korupsi, korupsi, Astaghfirullah. Ya Allah Ampunilah para pemimpin bangsa ini, dan sadarkan mereka dari kerakusan dan ketidakjujuran di dalam memimpin negeri ini. Amin Ya Robbal alamin
→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: kemerdekaan, korupsi, merdeka 63 tahun
Indonesia Merdeka atau Masih Terjajah?
August 14, 2008 · Leave a Comment
Perlombaan diselengarakan di mana-mana, anak-anak, remaja, orang tua, kakek, nenek, semuanya memeriahkan kemerdekaan. tetapi dibalik kecerian itu tersimpah hati yang perih, jengkel, lapar akan keadilan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk itu alngkah bahagianya para pahlawan yang telah mempersembahkan kemerdekaan atas berkat rahmat Allah ini, melihat kemakmuran, keadilah, kesejahteraan rakyat di bumi tercinta ini, dari pada melihat kegembiraan dibalik kesusahan. Tanah yang kaya ini, seolah-olah hanya sebagai hiasan belaka, karena yang menikmati justru bangsa lain dan hanya segelintir orang saja. Begitu pula dunia pendidikan kita yang hanya mementingkan kuantitatif data dengan nilai, tanpa melihat bentuk bagaimana menciptakan generasi yang tangguh untuk pembangunan di negeri tercinta ini. Ya Allah kapan negara ini akan bangkit………. apakah nunggu 1000 tahun lagi?……..
→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: bangkit, Indonesia, kemerdekaan
Mari Berkarya
July 5, 2008 · Leave a Comment
Pendidikan meruapakan cikal bakal untuk menatap masa depan seorang generasi penerus bangsa, untuk itu diperlukan motivator dan keuletan dalam menuju proses suatu peradaban. Karena peradaban tidak dibangun lewat kekerasan, atau politik, tetapi peradaban akan tumbuh jika manusia mampu untuk berkarya, maka dari itu hendaknya seorang pengajar mulai belajar untuk menumbuhkan jiwa dan semangat kepada nak didiknya agar mampu berbuat dan bertindak sesuai dengan kaidah dan norma-norma agama. perwujudan peradaban akan nampak pada suatu pembiasaan, nah pembiasaan tersebut datang dari diri-sendiri tanpa adanya paksaan. Bagaimana kita memulai itu yang menjadi tugas kita. Ayo berkarya jangan pantang menyerah, mari menuju kebangkitan peradaban Islam. Bersatulah umat Islam, dan mulailah menjalankan syariat Islam…..
→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: islam, karya, peradaban
BBM Naik, Rakyat dibodohi
May 29, 2008 · Leave a Comment
Mengapa negara yang akan raya dengan minyak, justru bingung? ….. heran deh bangsa ini. Apa pemerintah tidak bisa mengolah minyak?…. dari penduduk yang banyaknya sampai ratusan juta ini, apakah bodoh semua sehingga mengelolah kekayaan alam harus mendatangkan investor asing. Astagfirullah. Kalau dipikir dunia pendidikan kita juga seperti ini ya… kenapa? karena hampir setiap tahun katanya mendapat medali emas bidang matematika, sains, …. tetapi ealah mengelola kekayaan alam gak becus. mana yang harus dibanggakan dengan menangnya olimpiade…. itu. Apa anak-anak yang berprestasi itu hanya berpikir instan, artinya hanya bisa menyelesaikan di atas kertas tetapi tidak bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari…. sungguh menggelikan. apa hidup ini hanya menyelesaikan permasalahan dalam bentuk soal-saol lembar ujian…. Inilah rentetan peristiwa yang mengakibatkan rakyat kebingungan BBM dan mahasiswa demo dengan anarki. Kalau direntet lagi persoalannya adalah dunia pendidikan di Tanah air tercinta ini paling terpuruk dan sangat terpuruk… Perlu bukti?… Lihat pemimpin pemerintah kita dengan menaikan harga BBM, kemudian memberi BLT pada rakyat itu menunjukkan pemerintah berpikir bodoh, demi kepentingan sesaat. Apa yang terjadi kemudian ada pembodohan lagi data penerima BLT ternyata tidak tepat sasaran, dan lebih naif lagi yang kaya pun menerima BLT, dan yang belum menerima berbondong-bondong mengemis minta BLT, yang akhirnya pemerintah mengajari rakyat untuk jadi pengemis semua…. Tugas dunia pendidikan menjadi berat lagi ketika mahasiswa tidak mempunyai hati nurani lagi, yang dipikir bagaimana bisa melampiaskan kekesalan dengan melempar batu, membakar ban bekas, dll. Mari untuk mengatasi persoalan bangsa ini mulai dengan memajukan mutu pendidikan, kita cetak generasi yang tangguh, dan mampu mengelolah sumber daya alam ini dengan ramah dan membentuk generasi yang berpikir dangan hati dan pikiran. Tetapi PR besar ini dilupakan para pemerintahan di lingkungan pendidikan, yang hanya memikirkan gengsi, yang penting juara olimpiade, nilai rata-rata uAN meningkat pentingkah itu bagi rakyat….????? he…he… tidak penting… karena UAN hanya selembar kertas yang selesai mengerjakan habis itu lupa karena yang penting dapat ijasah…. benar-benar negara ini negara pelawak.
→ Leave a CommentCategories: BBM · Demo · pendidikan · rakyat
Tagged: BBM, Demo, pendidikan