Emosi dapat dikembangkan oleh keluaraga, sekoah dan lingkungan. Untuk mengembangkan emosi agar berdampak positif maka perlu dilakukan upaya proses belajar yang salah satunya dengan menggunakan metode atau kegiatan bermain. Melalui bermain anak dapat menumpahkan seluruh perasaannya, seperti: marah, takut, sedih, cemas atau gembira. Dengan demikian, bermain dapat merupakan sarana yang baik untuk pelampiasan emosi, sekaligus relaksasi. Misalnya saja pada saat anak bermain pura-pura atau bermain dengan bonekanya. Selain itu bermain juga dapat memberi kesempatan pada anak untuk merasa kompeten dan percaya diri. Dalam bermain, anak juga dapat berfantasi sehingga memungkinkannya untuk menyalurkan berbagai keinginan-keinginannya yang tidak dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata ataupun menetralisir berbagai emosi-emosi negatif yang ada pada dirinya seperti rasa takut, marah dan cemas. (more…)
Entries from January 2008
Peran Keluarga dan Sekolah Terhadap Perkembangan Emosi
January 31, 2008 · 3 Comments
Categories: keluarga · perkembangan emosi · sekolah
Tagged: emosi, keluarga, perkembangan emosi, sekolah
Tips belajar
January 30, 2008 · Leave a Comment
Kecenderungan orang tua mengatakan bahwa anaknya tidak pernah belajar. Padahal kalau kita cermati anak-anak kita selalu belajar baik ia bermain, melihat, mendengar, atau menggunakan panca indera lainnya. Hal ini dikarenakan persepsi orang tua bahwa anak belajar jika mendapat pertanyaan dari orang tua/guru les, menjawab/mengerjakan latihan soal atau bahkan menghafal materi-materi soal yang akan dikeluarkan pada waktu ulangan atau ujian. Paradigma ini sangat menyiksa anak-anak kita kalau ini dibiarkan terus menerus maka anak-anak kita akan menjadi generasi idiot yang tidak ketara. Nah supaya itu tidak terjadi bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pengertian bahwa belajara itu asyik, dan menyengkan berikut tips belajar yang bermakna dan penuh arti bagi anak-anak kita:
1. Jika ia sedang bermain ajak anak untuk berimajinasi dan mengembangkan intuisinya melalui pertanyaan atau pendapat yang dikemukakannya
2. Ajak anak untuk menikmati kesenangannya dengan bercerita dan menjelaskan model kesenangannya tersebut, kemudian tanggapi, beri pujian dan gali pengetahuannya melalui metode bertanya dan jawab pertanyaan yang diberikan atau jelaskan dan bimbing serta arahkan manfaat dan konsekwensinya.
3. Sediakan leterasi berbagai buku yang dipilih anak untuk dibaca, kemudian himbaulah anak untuk menceritakan kembali baik secara lisan maupun tertulis. hal ini untuk melatih pemahaman anak.
4. Biasakan anak untuk selalu beraktivitas, baik ia membaca, menulis, membuat karya, menggunting, dan sebagainya
5. Ajak anak selalu berkomunikasi dengan anggota keluarga, hal ini untuk menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan ide yang kratif
6. Jika anak mengerjakan tugas biarkan dia secara kreatif memecahkan masalahnya, kemudian tanya bagaimana caranya mengerjakan. setelah itu bimbing jika pekerjaannya salah, tetapi berilah kesempatan ia untuk berargumen dengan jawabannya. kalau memang mendekati benar beri arahan untuk menjawab dengan tepat.
7. ikuti terus perkembangan cara belajar anak dengan teratur dan jangan mematikan motivasi belajarnya
8. Jangan arahkan cara belajar anak, biarkan ia mengikuti cara belajarnya sendiri sesuai dengan minatnya.
9. Ketika ia melihat TV ajak anak untuk mengkritisinya baik dari segi akhlaq, keilmuwan atau dampak yang lain.
Semoga cara di atas dapat bermanfaat untuk mewujudkan masa depan bangsa. Amin
Categories: anak · belajar · cara belajar · orang tua · tips belajar
Tagged: anak, belajar, cara belajar, tips belajar, trik belajar
KTSP, bagaimana dan mengapa?
January 30, 2008 · Leave a Comment
KTSP, sering diartikan banyak guru dengan singkatan kurikulum terserah sampeyan piambak (kurikulum terserah kamu sendiri). Sebenarnya Kurikulum 2006 itu merupakan perbaruan yang mendasar dengan orientasi mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. tetapi dalam pelaksanaannya belum secara serius dilaksanakan oleh lembaga pendidikan tingkat sekolah mapun lembaga pendidikan daerah. Kalaupun memang kurikulum itu dibuat dan dikembangkan oleh sekolah seyogyanya sekolalah yang akan mengadakan asesmen penilaian dan mengevaluasi proses pembelajaran, dengan disesuaikan budaya dan kurikulum sekolah. Sekali lagi tidak kekonsistenan pemimpin lembaga pendidikan mengakibatkan tidak berjalannya kurikulum pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Apakah hal ini terkait dengan dana pembuatan soal?…. Kalau dihitung secara materi maka yang akan dirugikan jika sekolah mengadakan asesmen pembelajaran yaitu kepala diknas, percetakkan, buku penerbit, dan sebagainya. bagaimana tidak untuk mencetak soal butuh percwetakkan, soal-soal diambil dari buku penerbit, pegawai diknas dapat uang tanggungjawab, dan lain-lain. Akhirnya terjadilah tradisi untuk mengambil keuntungan diri sendiri tanpa menghiraukan kurikulum yang berlaku. akibatnya bangsa ini akan runtuh secara berlahan-lahan karena generasi mudanya akan loyo. Untuk itu solusinya adalah kerjakan sesuatu dengan konsisten dan penuh kejujuran, serta tanggungjawab dengan amanah dan serius demi kepentingan anak bangsa.
Categories: guru · ktsp · kurikulum
Tagged: buku, ktsp, kurikulum, kurikulum tingkat satuan pendidikan, penerbit
Innalillahiwainnailahirojiun
January 28, 2008 · 1 Comment
Telah berpulang ke ramatullah H. Soeharo, presiden ke dua RI. Semoga arwahnya dapat diterima di sisi-Nya. Semua mata tidak terlepas dengan berita meninggalnya bapak pembangunan (sebutan Bapak Soeharto). Tapi memakai apa membangunnya ini yang gak jelas!. Allah pasti akan memaafkan semuat umatnya yang mau bertobat, karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tetapi apakah rakyat/penduduk Indonesia akan memafkan kesalahan Soeharto?… walaupun jasa beliau juga tidak sedikit mempin bangsa ini. Mungkin jawabnya ada yang memaafkan, dan juga ada yang belum ikhlas memaafkan. Andaikan anak Soeharto benar-benar anak yang taat dan sayang kepada bapaknya, maka yang dilakukan adalah mengembalikan segala kekayaan yang dirampas bapaknya. Hal ini akan memperingan kesalahan yang sudah dibuatnyan atau rakyat Indonesia akan bertambah banyak yang akan memaafkannya. Maka dari itu Hai anak-cucu soeharto segera sadar dan relakan harta yang sudah kalian dapat dengan cara yang tidak benar untuk menebus kesalahan masa lampau. Ada pertanyaan lagi yang mengganjal, Bagaimana para orang tua, istri, anak para aktivis yang menjadi korban?… apakah mereka mau memaafkan… ini yang sulit ditebak. karena tidak cukup ditebus dengan harta. Jawabnya kita serahkan kepada Sang Pencipta Allah SWT.
Categories: Soeharto meninggal · bela sungkawa · berdukacita · innalillahiwainnailaihirojiun
Tagged: bela sungkawa, berdukacita, innalillahiwainnailaihirojiun, Soeharto meninggal
Pendidikan Keadilan ada atau tidak?
January 26, 2008 · 1 Comment
Keadilan, sangat sulit ditegakkan di negeri tercinta ini? mengapa? seperti kasus Munir, apakah Polycarpus hanya menjadi tumbal, bagi yang bersalah? Kasus Lapindo, apakah dengan adanya ganti rugi cukup adil? Kapolda Jatim, jendral yang tidak tahu bentuk keadilan. Dengan alasan kasus lapindo jika dibawa ke pengadilan akan menyesengkarakan rakyat. kasus Soeharto, apakah karena orangnya sakit maka tidak dihukum? Ya.. Allah ada apa ini sebenarnya? ……. Memang tidak ada orang yang sempurna di muka bumi ini, dan tidak ada yang mampu bersikap adil, tetapi paling tidak manusia sebenarnya mampu untuk membedakan mana yang salah atau benar, dan mana yang halal atau haram. Karena berbagai kepentingan orang akan menghalalkan segala yang haram, dan membenarkan segala yang salah. Itulah keadilan yang ada di Indonesia pada saat ini? Dari contoh di atas sudah saatnya pendidikan yang berbicara dan bertindak, karena dengan pendidikanlah cikal bakal untuk membentuk generasi anak bangsa yang mampu bersikap dan bertindak dengan adil dan bijaksana. Kalaupun sebenarnya di negara ini banyak orang pandai tetapi mereka hanya pandai bicara tanpa mampu melaksanakan, mengapa? … Jawabnya hanya ada pada lembaga pendidikan. Kalau jujur aset terbesar bangsa adalah pendidikan. Untuk mewujudkan itu hendaknya ada revolusi pendidikan, yaitu mengubah sistem pendidikan yang ada saat ini , karena tidak sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini. Pendidikan saat ini hanya berorientasi pada hasil secara akademik, hal ini ditunjukkan tingkat kelulusan dengan nilai UNAS, tanpa menghiraukan akhlaq anak bangsa dan kepribadian. Padahal sekali lagi orang yang berkhlaq dan berkpribadian mulia sangat-sangat dibutuhkan di negeri ini, karena akan mampu berani menegakkan keadilan di tanah tercinta Indonesia ini. Sekali lagi mari kita revolusi sistem pendidikan kita dengan landasan KEIMANAN, KETAQWAAN, KEADILAN, KEMANUSIAAN, AKHALAQUL KARIMAH, AMALIAH DAN KEILMUWAN YANG BERADAB.
Categories: Pendidikan keadilan · akhlaqul karimah · bijaksana · ilmu · kasus munir · keadilan · lapindo
Tagged: ilmu, keadilan, keilmuwan, kemanusiaan, kepribadian, revolusi pendidikan
Pendidikan Berakhlaq dan Berkualitas
January 24, 2008 · Leave a Comment
Pendidikan Indonesia saat ini mengalami trauma, dan tragedi yang memperhatinkan, contohnya siswa, guru, dan orang tua merasa resah, gelisah diakhir tahun pelajaran, menantikan apakah anaknya lulus atau tidak. apakah hal ini akan berlanjut terus-menerus?… Ketika anak sudah lulus dari suatu sekolah orang tua yang tadinya resah, kemudian menjadi lega, tetapi apa yang terjadi pada anaknya?, ternyata anak yang lulus itu melakukan aksi yang benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai agama, dan norma budaya bangsa, misalnya corat-coret baju, trek-trekkan, sks bebas, dugem, mabuk, dan sebagainya. Kejadian ini membuktikan bahwa pendidikan yang berakhlaq pada bangsa ini masih belum sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional, maka Bagaimanakah mental anak bangsa ini selanjutnya. dan mau dibawa ke mana generasi bangsa ini? Maka untuk itu diperlukan solusi berbagai pakar pendidikan dalam merancang suatu pendidikan yang berakhlaq dan berkualitas. Untuk mewujudkan itu maka yayasan Bani Hasyim, membentuk lembaga pendidikan Islam yang bernama Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim terdiri dari KB, TK, SD Bertaraf Internasional Bani Hasyim Singosari Malang, dengan visinya mewujudkan insan ulil albab yang berakhlaq karimah. Melakukan kegiatan pembelajaran yang mengacu pada nili-nilai keIslaman, keimanan dan ketaqwaan, akhlaqul karimah dan amaliah berintegrasi serta sinergis dengan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Melalui pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang menyenagkan, bermakna, dan sesuai dengan psikologis dan perkembangan jiwa anak dengan mengedepankan praktik, keteladanan, dan pembiasaan, serta aplikasi teori sebagai pengantar menuju kebenaran secara ilmiah dan seuai dengan realitas sosial masyarakat. Sehingga diharapkan siswa mampu mengembangkan dan membawa dirinya dimanapun ia berada dengan tertanamnya nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, akhlaqul karimah dan amlaiah. Misalnya di dalam pembelajaran peradaban, teknologi, dan kebudayaan yang dikembangkan di lembaga Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim yang dirancang khusus oleh direkturnya yaitu Aji Dedi Mulawarman, S.P.,M.SA. sebagai mata pelajaran sentral dan utama untuk menjembatani seluruh mata pelajaran agar terintegrasi dan pada dalam satu kesatuan yang utuh, sehingga anak tidak berpikir terpisah-pisah antara dunia dan akhirat (berpikir sekuler). Dari mata pelajaran tersebut anak diajak langsung berinteraksi dengan dunia nyata dan diimplentasikan dengan topik pembelajaran misalnya tema profesi, maka siswa diajak ke berbagai profesi, seperti, pedagang, TNI, dokter,dll untuk mengamati dan mewawancarai bagaimana sikap atau akhlaq profesi tersebut, kemudian ilmu apa yang harus dimilikinya. Hal ini diharapkan siswa nantinya kelak dapat mencapai cita-cita atau profesi yang diingankan dengan bekal keimana, keilmuwan, amaliah dan berakhlaq karimah. Amin melalui lembaga pendidikan ini diharapkan dapat mencetak manusia penerus bangsa yang ulil albab, dan tidak tidak ada koruptor di negeri tercinta ini!
Categories: Pendididan dasar · akhlaq · pendidikan anak · pendidikan berakhlaq · pendidikan berkualitas · sekolah
Tagged: akhlaq, kualitas, mutu sekolah, pendidikan anak, pendidikan berkulitas, pendidikan dasar, sekolah dasar, sekolah dasar islam
Nilai Pelajaran “Anak” Membuat Orang Tua Resah?
January 22, 2008 · 2 Comments
Ketika Ulangan Akhir Semester atau ujian nasional, akan berlangsung membuat orang tua menjadi kalang kabut, dengan mempersiapkan guru prifat atau mengumpulkan catatan, dan memaksa anaknya untuk menyelesaikan bentuk soal latihan sebanyak-banyaknya!!! Tapi ternyata si anak santai aja dan tidak menggubris nantinya akan mendapat nilai berapa, yang penting bermain…. Memang itulah dunia anak yaitu bermain, dan mencari jati diri untuk menatap masa depan. Dengan bermain anak akan menemukan inspirasi, imajinasinya akan berkembang. Tetapi orang tua tidak mau tahu itu, yang terpenting adalah anaknya mendapat nilai dengan sebaik-baiknya…. akhirnya anak dipaksa untuk menuruti kemauan orang tuanya, dengan siang – malam “belajar” menghafalkan soal, apa jadinya nanti anak tersebut??? ….. Sebenarnya kalau kita sebagai orang tua berpikir rasional, pasti akan membiarkan, dan mengarahkan anak berkembang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya, karena nilai yang baik belum tentu mencerminkan kemampuan anak dalam mengarungi bahtera hidupnya nanti, dan nilai hanyalah dokumen yang nantinya akan dimakan oleh rayap. Mengapa masyarakat Indonesia masih mengkultuskan nilai untuk menentukan lulus atau naiknya seorang siswa???? apakah generasi bangsa ini hanya bertitelkan nilai dan gelar, tanpa memiliki suatu skill dan akhlaq yang karimah. Untuk itu hendaknya jangan menghakimi searang anak yang mendapat nilai jelek, karena belum tentu anak tersebut tidak bisa, mungkin yang membuat soalnya yang tidak bisa mengukur seberapa tingkat pemahaman seorang anak. Mari kita didik anak kita dengan Keteladanan dan Modeling/contoh-contoh dalam berprilaku dan bertindak, dan hendaknyalah kita memahami karakter anak-anak kita.
Categories: orang tua · pendidikan orang tua · penidikan anak · soal ulangan
Tagged: pendidikan, pendidikan anak, pendidikan orang tua, soal ulangan, UAS
Sekolah Unggulan ada atau tidak???
January 21, 2008 · 3 Comments
Orang tua, jika anaknya masuk sekolah unggulan akan merasa bangga, dan mampu untuk pamer kepada orang lain. sebenarnya adakah di negeri ini sekolah unggulan??? apanya yang diunggulkan??? pasti orang melihat sekolah unggulan dari hasil nilai uas atau anak yang mendaftar di sekolah tersebut banyak atau sedikit? jika banyak sekolah tersebut disebut sekolah unggulan atau fovorit. Apakah demikian? lebih lanjut lagi sebenarnya sekolah yang benar-benar unggul itu belum ada, dilihat dari proses pembelajaran yang masih klasikal, monoton dan guru banyak ceramah sedangkan siswa sebagai pendengar yang aktif, tanpa adanya interaksi. Tetapi bagaimana yang penting siswa mampu menyelesaikan soal ulangan atau tes dengan benar dan mendapat nilai yang baik, itu tujuan sekolah. Hal ini jelas bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang mencetak generasi bangsa yang unggul dibidang akhlaq, intelektual, …. bertolak dari tujuan tersebut, sekolah tidak mau tahu. yang diinginkan guru dan orang tua hanya nilai…. dan nilai … apakah melalui nilai membuktikan bahwa anak/siswa memenuhi tujuan pendidikan menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, keilmuwan…. perlu dipikirkan lagi. Untuk menyikapi tersebut di kabupaten Malang tepatnya di Singosari terdapat lembaga pendidikan Islam yaitu Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim meliputi Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Sekolah Dasar berusaha untuk mewujudkan cita-cita dari tujuan pendidikan nasional, yaitu dengan visi mewujudkan insan ulil albab yang berakhlaq karimah. Dengan mengembangkan pola pembelajaran yang berbasis IT, dengan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan jiwa anak, serta proses berpikir anak yang masih besifat operasional konkret. Melalui sistem ini diharapkan anak-nak mampu belajar secara bermakna, berpikir, dan bertindak sesuai tuntunan agama, serta mempunyak akhlaq karimah.
Categories: sekolah · sekolah favorit · sekolah unggulan · unggulan
Tagged: pendidikan dasar, sekolah, sekolah dasar, sekolah favorit, sekolah unggulan, tujuan pendidikan
Apakah Rakyat memaafkan Soeharto?
January 20, 2008 · 3 Comments
Ajal akan datang menjemput siapapun, tetapi dosa-dosa tetap akan dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta. Seseorang yang bersalah kepada Tuhannya akan mohon ampun kepada-Tuhannya. tetapi seseorang yang bersalah kepada sesama manusia akan meminta maaf kepada orang tersebut. Tetapi jika satu orang bersalah kepada kurang lebih 150 juta orang apakah orang tersebut harus minta maaf satu persatu pada setiap orang yang telah didzaliminya… Nah apakah bangsa Indonesia yang penduduknya mempunyai budaya saling memaafkan, akankah mau memaafkan mantan pemimpin Republik ini????? Kalau tidak ada yang memaafkan apa jadinya ia kelak di akhirat nanti????? Allahualam
Categories: Indonesia · pemimpin · soeharto
Tagged: budaya, Indonesia, opini, pemimipin indonesia, republik, soeharto
Film Kartun Naruto Meracuni Generasi Muda
January 19, 2008 · 5 Comments
Tolong Global TV menayangkan hiburan yang lebih educatif dan bermanfaat bagi anak bangsa. Jangan hanya sekedar komersial saja yang dikejar. Untuk anak-anak bermainlah dengan permainan rakyat dan tradisional agar dapat melestarikan budaya bangsa, serta budaya kita tidak dijajah oleh bangsa lain atau direbut bangsa lain. Ayo generasi ,muda bangkit !!!!!
Categories: Globat TV · budaya bangsa · educatif
Tagged: educasi, global TV, permainan, permainan rakyat