<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sekolah Unggulan ada atau tidak???</title>
	<atom:link href="http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/</link>
	<description>Merdeka...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2009 10:07:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Resya</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-53</link>
		<dc:creator>Resya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 07:49:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-53</guid>
		<description>Ya memang bos nggak ada yang berani mengklaim sendiri bahwa sekolah yang dikelolanya disebut &quot;unggul&quot;. Karena pada hakekatnya sekolah unggulan itu tidak ada. Karena yang bisa menilai sekolah itu unggul apa tidak itu adalah masyarakat, yang bisa kita sebut &quot;user&quot;. Kalau masyarakat merasa puas dengan program-program yang kita tawarkan, maka secara tidk langsung akan timbul image dengan sendirinya tentang sekolah tersebut dikatakan unggul apa bukan. tapi kalau melihat dan menganalisa tulisan bapak di atas, kayaknya baru kali ini bapak sebagai kepala sekolah telah mengklaim sekolah yang bapak pimpin adalah ekolah unggulan.Ya semoga deh bos.....! Dan untuk beberapa soal dari diknas nggak gitu-gitu amat deh pak soalnya, masih banyak kok yang bermakna buat siswa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya memang bos nggak ada yang berani mengklaim sendiri bahwa sekolah yang dikelolanya disebut &#8220;unggul&#8221;. Karena pada hakekatnya sekolah unggulan itu tidak ada. Karena yang bisa menilai sekolah itu unggul apa tidak itu adalah masyarakat, yang bisa kita sebut &#8220;user&#8221;. Kalau masyarakat merasa puas dengan program-program yang kita tawarkan, maka secara tidk langsung akan timbul image dengan sendirinya tentang sekolah tersebut dikatakan unggul apa bukan. tapi kalau melihat dan menganalisa tulisan bapak di atas, kayaknya baru kali ini bapak sebagai kepala sekolah telah mengklaim sekolah yang bapak pimpin adalah ekolah unggulan.Ya semoga deh bos&#8230;..! Dan untuk beberapa soal dari diknas nggak gitu-gitu amat deh pak soalnya, masih banyak kok yang bermakna buat siswa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aflah</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-17</link>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 13:11:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-17</guid>
		<description>Pada dasarnya ada beberapa tipe kurikulum dan model pembelajaran, ada yang disebut pembelajaran terintegrasi, terpadu, sinergis, dan sebagainya. di Diknas maunya menggunakan terpadu maknya di kelas 1-3 tematik, sedangkan di kelas 4-6 terpisah pada mata pelajaran. sedangkan di bani hasyim terpadu, terintegrasi dan sinergis dengan disesuaikan visi misi melalui tema yang dikembangkan sehingga KTSP yang menyesuaikan kurikulum Masjidil &#039;Ilm bukan sebaliknya. tetapi dalam kurikulum Masjidil &#039;Ilm Bani Hasyim juga menyesuaikan dengan kepentingan siswa, sehingga pembelajarannya akan bermakna dan sesuai dengan jiwa serta emosi anak. Coba cermati soal yang ada di diknas penting gak bagi anak?...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya ada beberapa tipe kurikulum dan model pembelajaran, ada yang disebut pembelajaran terintegrasi, terpadu, sinergis, dan sebagainya. di Diknas maunya menggunakan terpadu maknya di kelas 1-3 tematik, sedangkan di kelas 4-6 terpisah pada mata pelajaran. sedangkan di bani hasyim terpadu, terintegrasi dan sinergis dengan disesuaikan visi misi melalui tema yang dikembangkan sehingga KTSP yang menyesuaikan kurikulum Masjidil &#8216;Ilm bukan sebaliknya. tetapi dalam kurikulum Masjidil &#8216;Ilm Bani Hasyim juga menyesuaikan dengan kepentingan siswa, sehingga pembelajarannya akan bermakna dan sesuai dengan jiwa serta emosi anak. Coba cermati soal yang ada di diknas penting gak bagi anak?&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azwirdafrist</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-13</link>
		<dc:creator>azwirdafrist</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 07:02:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/2008/01/21/sekolah-unggulan-ada-atau-tidak/#comment-13</guid>
		<description>Mr. Ari, sedikit comment aja. aQ memang belum tahu apa-apa mengenai sekolah ini, tapi sekolah ini memberi kesan yang banyak buat aQ.
Terkait dengan sekolah unggulan, tidak ada sekolah yang akan benar-benar menjadi sekolah unggulan kalau tidak di dukung dengan sumber 
daya manusia baik dari siswa, guru dan staff nya yang memang benar-benar mempunyai varietas unggul. 
Pembelajaran di sekolah sudah seharusnya disesuaikan dengan potensi yang ada di dalamnya, ketika siswa benar-benar tidak dapat menguasai materi pelajaran dengan pembelajaran yang interaktif apakah kita harus tetap melakukannya, kita sulit untuk bisa memaksakan . karena bukan tidak mungkin akan membuat siswa menjadi bingung. Sehingga metode tradisional sering kali di jadikan jalan pintas untuk mengatasi masalah ini. Ya ... kan... Siswa seharusnya belajar bukan untuk mengejar nilai yang mungkin itu tuntutan dari orang tua sebagai wujud hasil belajar, tapi bukankah sesungguhnya belajar itu adalah membuat anak memahami, sehingga apa yang dipelajari menjadi life skill bagi orang yang belajar itu?

aQ memang baru saja terjun di dunia mengajar, belum banyak pengalaman yang aku tahu. tapi melihat kurikulum yang ada di sekolah ini aQ sedikit bingung. Banyak yang tidak sesuai dengan kurikulum Diknas. Kita memang sudah menerapkan KTSP, yang penyusunan kurikulumnya memang dibuat oleh tiap satuan pendidikan yang terkait, tapi kenapa yang tampak justru membuat anak-anak menjadi bingung. Banyak materi yang di kurikulum sekolah ini masih ada di semester depan, justru di keluarkan di semester ini akibatnya banyak yang tidak bisa mengerjakan.
Kalau kriteria sekolah unggulan secara awam di kenal orang karena nilai dan prestasi lulusannya, apakah dengan masalah yang seperti ini kita bisa mencapai itu?....
Maaf kalau ada yang salah, karena aQ belum tahu banyak tapi aQ ingin tahu. Bolehkan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mr. Ari, sedikit comment aja. aQ memang belum tahu apa-apa mengenai sekolah ini, tapi sekolah ini memberi kesan yang banyak buat aQ.<br />
Terkait dengan sekolah unggulan, tidak ada sekolah yang akan benar-benar menjadi sekolah unggulan kalau tidak di dukung dengan sumber<br />
daya manusia baik dari siswa, guru dan staff nya yang memang benar-benar mempunyai varietas unggul.<br />
Pembelajaran di sekolah sudah seharusnya disesuaikan dengan potensi yang ada di dalamnya, ketika siswa benar-benar tidak dapat menguasai materi pelajaran dengan pembelajaran yang interaktif apakah kita harus tetap melakukannya, kita sulit untuk bisa memaksakan . karena bukan tidak mungkin akan membuat siswa menjadi bingung. Sehingga metode tradisional sering kali di jadikan jalan pintas untuk mengatasi masalah ini. Ya &#8230; kan&#8230; Siswa seharusnya belajar bukan untuk mengejar nilai yang mungkin itu tuntutan dari orang tua sebagai wujud hasil belajar, tapi bukankah sesungguhnya belajar itu adalah membuat anak memahami, sehingga apa yang dipelajari menjadi life skill bagi orang yang belajar itu?</p>
<p>aQ memang baru saja terjun di dunia mengajar, belum banyak pengalaman yang aku tahu. tapi melihat kurikulum yang ada di sekolah ini aQ sedikit bingung. Banyak yang tidak sesuai dengan kurikulum Diknas. Kita memang sudah menerapkan KTSP, yang penyusunan kurikulumnya memang dibuat oleh tiap satuan pendidikan yang terkait, tapi kenapa yang tampak justru membuat anak-anak menjadi bingung. Banyak materi yang di kurikulum sekolah ini masih ada di semester depan, justru di keluarkan di semester ini akibatnya banyak yang tidak bisa mengerjakan.<br />
Kalau kriteria sekolah unggulan secara awam di kenal orang karena nilai dan prestasi lulusannya, apakah dengan masalah yang seperti ini kita bisa mencapai itu?&#8230;.<br />
Maaf kalau ada yang salah, karena aQ belum tahu banyak tapi aQ ingin tahu. Bolehkan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
