Ari Dwi Haryono

Nilai Pelajaran “Anak” Membuat Orang Tua Resah?

January 22, 2008 · 2 Comments

Ketika Ulangan Akhir Semester atau ujian nasional, akan berlangsung membuat orang tua menjadi kalang kabut, dengan mempersiapkan guru prifat atau mengumpulkan catatan, dan memaksa anaknya untuk menyelesaikan bentuk soal latihan sebanyak-banyaknya!!! Tapi ternyata si anak santai aja dan tidak menggubris nantinya akan mendapat nilai berapa, yang penting bermain….  Memang itulah dunia anak yaitu bermain, dan mencari jati diri untuk menatap masa depan. Dengan bermain anak akan menemukan inspirasi, imajinasinya akan berkembang. Tetapi orang tua tidak mau tahu itu, yang terpenting adalah anaknya mendapat nilai dengan sebaik-baiknya…. akhirnya anak dipaksa untuk menuruti kemauan orang tuanya, dengan siang – malam “belajar” menghafalkan soal, apa jadinya nanti anak tersebut??? ….. Sebenarnya kalau kita sebagai orang tua berpikir rasional, pasti akan membiarkan, dan mengarahkan anak berkembang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya, karena nilai yang baik belum tentu mencerminkan kemampuan anak dalam mengarungi bahtera hidupnya nanti, dan nilai hanyalah dokumen yang nantinya akan dimakan oleh rayap. Mengapa masyarakat Indonesia masih mengkultuskan nilai untuk menentukan lulus atau naiknya seorang siswa???? apakah generasi bangsa ini hanya bertitelkan nilai dan gelar, tanpa memiliki suatu skill dan akhlaq yang karimah. Untuk itu hendaknya jangan menghakimi searang anak yang mendapat nilai jelek, karena belum tentu anak tersebut tidak bisa, mungkin yang membuat soalnya yang tidak bisa mengukur seberapa tingkat pemahaman seorang anak. Mari kita didik anak kita dengan Keteladanan dan Modeling/contoh-contoh dalam berprilaku dan bertindak, dan hendaknyalah kita memahami karakter anak-anak kita.

Categories: orang tua · pendidikan orang tua · penidikan anak · soal ulangan
Tagged: , , , ,