Bagaimanakah Menjadi Guru Ideal!

Dalam perjalanan bangsa, pendidikan merupakan modal dasar pembangunan yang akan menentukan arah perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dan negara. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru, dengan berbagai cara salah satunya adalah sertifikasi guru. Melalui sertifikasi ini diharapkan para guru dapat bertindak secara profesional? Sebenarnya apakah seorang guru itu harus profesional?. Dari kata profesional ini, seolah-olah guru yang bersertifikasi adalah guru yang benarr-benar mumpuni dan dapat ditiru oleh anak didiknya segala tindakannya, sesuai dengan istilah jawa, guru adalah digugu lan ditiru (segala perkataannya selalu diperhatikan anak dan tingkahlakunya akan ditiru anak).

Ketika seorang guru berkata pada anak didiknya, “Anak-anak kalau datang itu jangan terlambat, kalau ingin sukses kalian harus disiplin, tepat waktu!” “ya pak guru” jawab muridnya serentak. Guru juga memberi petuah lagi “Anak-anak, kalau ada sampah berserakkan maka kita harus meletakkan pada tempatnya, yaitu dimana?” tempat sampah pak, jawab anak-anak dengan penuh semangat. Bagus, bagus… “jawab guru”. Hal ini membutktikan bahwa semua perkataan gurunya selalu diiyakan siswanya.

Keesokkan harinya guru datang pukul 07.10 menit. Anak-anak bagaimana pelajaran hari ini apa kalian siap belajar? Siap, karena dari tadi kita menunggu” jawab muridnya. Bagus kalian sangat tertib dan disiplin. Puji gurunya. Kemudian bel istirahat berbunyi tet… tet… anak-anak boleh istirahat” kata guru. Jangan lupa ya! Kalau ada sampah diambil dan diletakkan pada tempatnya. Perintah gurunya. Waktu bermain anak-anak melihat gurunya tadi berjalan dengan santai dan hanya melihat dengan cuek beberapa bungkus makanan yang berceceran. Dengan santai guru masuk ruangan dan membolak-balik buku pelajaran yang akan disampaikan pada muridnya.

Inilah contoh atau gambaran bentuk sertifikasi yang dilakukan pemerintah kepada guru. Karena, itu saya prihatin melihat para guru yang rata-rata mengedepankan intelektual dari pada hati yang berbicara. Mengedepankan ceramahnya dan tutur pituturnya dari pada perbuatan yang dilakukannya. Ketika musim sertifikasi guru berusaha menjadi seorang pembohong dan pendusta. Kenapa tidak semua kumpulan makalah difoto copy, piagam dipalsukan. Hanya mengejar selembar kertas bergambar soeharto atau yang lain. Naifnya seorang guru bersertifikasi. Untuk itu perlu disadari sesungguhnya guru ideal yang didambakan seorang anak adalah keteladanan dan perlu contoh, serta bukti dimana apa yang dikatakan pasti dilakukannya.

Saya pribadi merasa risih dengan kejadian yang mencorang nama baik guru, seyogyanyalah kita kembali ke khitah kita sebagai orang yang tahu malu, dan dengan mengedepankan kejujuran, serta suritauladan. Guru teladan yaitu ketika ia menyuruh anak didiknya untuk disiplin maka ia terlebih dahulu belajar untuk disiplin, ketika menyuruh anak didiknya jika ada sampah berserakkan diambil, maka terlebih dahulu kita membersihkannya, dan sebaginya. Jadi hendaknya guru selalu mengedepankan perbuatan, kemudian menyampaikan kepada anak didiknya. Karena anak sejatinya selalu melihat, dan mencotoh apa yang dilakukan seorang guru. Tetapi jika hanya mendengar saja pasti yang didengarnya itu akan terlintas sesaat kemudian musnah dihilangkan oleh perbuatan guru itu sendiri. Karena kunci keberhasilan seorang guru ada pada perilaku dan perkataannya, dan bukan karena lulus sertifikasi guru

Untuk itu para guru sebaiknya cobalah berpikir, bertindak sesuai dengan hati nurani, dan cobalah untuk malu kepada siswa. Jangan hanya menganggap siswa itu sebagai objek yang pasif, dan anggaplah siswa itu sebagai orang yang selalu memperhatikan dan mengkritik kita. Ketika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan ucapan kita maka hendaknya selalu mawas diri dan berusaha memperbaikinya…….. Hidup Guru!!! Ayo Mengajar dengan Hati dan Keteladanan Oke….

 

About these ads

5 responses to “Bagaimanakah Menjadi Guru Ideal!

  1. ah…masak berita a jadinya z, pandai betul wartawan memutar balik fakta. makanya hati-hati, jangan mudah percaya dengan orang lain, karena orang lain pasti ada pretensi dan tendensi. percaya deh sama kata hati so dikuatkan oleh istri. selamat belajar dari pengalaman semoga bisa menjadi orang yang lebih bijak. MIKUL DUWUR MENDEM JERO. LOVE YOU FOREVER

  2. bagai mana mengatasi kejenuhan dalam mengajar siswa SD???
    terimakasih
    mohon solusi

  3. wah pemilu guru favorit akhirnya dah selesai tuh…
    Bani Hasyim juga punya banyak guru-guru ideal kan. Selamat deh buat bu Triana. Go… go… go…

  4. Memang seorang guru harus bisa digugu dan ditiru,bukan wagu tur saru.Tetapi guru juga manusia jadi bisa khilaf juga,sehingga tidak bisa sempurna seperti apa yang dipaparkan diatas.memang guru punya beban moral yang cukup berat,selain bisa mendidik,mengusai materi dan mempunyai moral keteladanan

  5. makasih atas nasehatnya pap………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s