Bu/ pak guru gimana cara menjawab soal ini. ” ah kamu gini aja gak bisa” kata guru. kemudian si guru menjelaksan panjang…. dan lebar…., udah kamu ngerti? sudah pak “jawab siswa” sambil menggaruk-garuk kepala menandakan kebingungaannya. Hal ini contoh paradigma pendidikan saat ini, sehingga muncul selogan ” kalau tedak menerangkan bukan guru”. tetapi pemerintah menghimbau adanya paradigma baru yaitu siswa sebagai subjek aktif, kreatif, inovatif, untuk memunculkan ide, gagasan, dalam kegiatan pembelajaran. tetapi kenyataan di berbagai sekolah guru sulit untuk diajak berubah. Maka dari perubahan datangnya dari guru itu sendiri. Dimana guru diharapkan dapat memunculkan karakter anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya. Melalui berbagai model pembelajaran yang efektif guru dapat menggali imajinasi siswa dengan berbagai pertanyaan yang mampu mengarahkan siswa belajar dengan bermakna. Meskipun demikian hal ini sulit dilaksanakan, karena sosok guru, seolah-olah merupakan sumber ilmu dan paling pandai di kelas. Guru cenderung masih sering bicara atau menerangkan dianding mengarahkan agar siswa mampu belajar mandiri. untuk itu sebaiknya bagaimana seorang guru mampu menyusun pertanyaan yang dapat mengerahkan siswa dalam belajar, karena melalui pertanyaan-pertanyaan diharapkan siswa dapat menjawab dan melaksanakan kegiatan yang mengasyikkan dan berusaha untuk menemukan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajarinya. Insyaallah dengan cara tersebut guru juga mampu mengases berbagai siswa dan memahami sejauh mana siswa tersebut berpikir dan memahami materi.
“Kalau Tidak Menerangkan Bukan Guru”
April 18, 2008 · 5 Comments
Categories: Uncategorized
Tagged: belajar, guru, pendidikan, siswa
5 responses so far ↓
agusampurno // April 22, 2008 at 12:50 pm
Guru yang baik, jika tidak tahu..akan menjawab mari nak..kita cari jawabannya bersama-sama
Kang Aom // May 3, 2008 at 8:57 pm
Dunia pendidikan kita sedang berproses….hanya kita berharap proses kearah yang diinginkan tidak terlalu lama……..
azwirdafrist // July 4, 2008 at 6:31 pm
wah ….. kalau guru menerangkan terus ya ga bisa… kan guru bukan sumber energi listrik. ymisalnya lampu, kalau ga ada lampu kan jadi gelap. ga bisa terang, he..he.. .
jadi guru itu ya menjelaskan materi bukan menerangkan. ya nggak !!!!
eh … ngomong-ngomong, by the way, any way, bus way…., kalau njenengan ditanya orang, pengen jadi lampu atau lilin. jawab ga pake lama ….
ai // August 5, 2008 at 12:21 pm
lihat dulu alasan mereka ketika sekolah guru, kalau di tempat saya ketika usum(musim) pendaftaran ke PT, saya tanya kenapa pilih jurusan GURU? jawabnya adalah lebih mudah cari kerja katanya. jadi mungkin (mudah2an tidAK) BANYAK BEREDAR guru yang jadi guru karena bukan panggilan mengajar, tapi karena panggilan pekerjaan
azwirdafrist // September 28, 2008 at 2:58 pm
Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Azwirda Frist, dan keluarga mengucapkan :
”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H,
“Taqobbalallahu minna wa minkum”
Mohon maaf Lahir dan Batin.
Leave a Comment