Rata-rata orang tua di indonesia merasa bangga jika mempunyai anak yang rangking, atau mendapat nilai baik jika mengerjakan ulangan, bahkan sangat bangga jika anaknya yang masih duduk dibangku TK atau play group bisa membaca, menulis, berhitung dan hafal surat-surat pendek, dan sebagainya ….. JIka sekolah mampu mewujudkan hal tersebut niscaya sekolah terseut juga akan menjadi incaran orang tua dan menganggap bahwa sekolah tersebut adalah sekolah favorit atau unggulan. Inilah paradigma yang merajalela di negeri tercinta ini. Manusia dianggap barang yang seluruhnya harus dibentuk secara instan, tanpa memperhatikan perkembangan jiwa anak. semua pendidikan maunya orang tua. Apakah anak itu dagangan yang bisa dibawa kemari atau diperjual belikan seenaknya. Ayo bangkit orang tua yang berfungsi mendidik … hilangkan paradigma itu…. coba baca perkembangan anak dan pendidikan anak!
Entries categorized as ‘orang tua’
Paradigma Pendidikan Menurut Orang Tua
February 8, 2008 · 3 Comments
Categories: orang tua · paradigma · paradigma pendidikan · pendidikan
Tagged: paradigma, paradigma pendidikan, pendidikan, pendidikan anak
Tips belajar
January 30, 2008 · Leave a Comment
Kecenderungan orang tua mengatakan bahwa anaknya tidak pernah belajar. Padahal kalau kita cermati anak-anak kita selalu belajar baik ia bermain, melihat, mendengar, atau menggunakan panca indera lainnya. Hal ini dikarenakan persepsi orang tua bahwa anak belajar jika mendapat pertanyaan dari orang tua/guru les, menjawab/mengerjakan latihan soal atau bahkan menghafal materi-materi soal yang akan dikeluarkan pada waktu ulangan atau ujian. Paradigma ini sangat menyiksa anak-anak kita kalau ini dibiarkan terus menerus maka anak-anak kita akan menjadi generasi idiot yang tidak ketara. Nah supaya itu tidak terjadi bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pengertian bahwa belajara itu asyik, dan menyengkan berikut tips belajar yang bermakna dan penuh arti bagi anak-anak kita:
1. Jika ia sedang bermain ajak anak untuk berimajinasi dan mengembangkan intuisinya melalui pertanyaan atau pendapat yang dikemukakannya
2. Ajak anak untuk menikmati kesenangannya dengan bercerita dan menjelaskan model kesenangannya tersebut, kemudian tanggapi, beri pujian dan gali pengetahuannya melalui metode bertanya dan jawab pertanyaan yang diberikan atau jelaskan dan bimbing serta arahkan manfaat dan konsekwensinya.
3. Sediakan leterasi berbagai buku yang dipilih anak untuk dibaca, kemudian himbaulah anak untuk menceritakan kembali baik secara lisan maupun tertulis. hal ini untuk melatih pemahaman anak.
4. Biasakan anak untuk selalu beraktivitas, baik ia membaca, menulis, membuat karya, menggunting, dan sebagainya
5. Ajak anak selalu berkomunikasi dengan anggota keluarga, hal ini untuk menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan ide yang kratif
6. Jika anak mengerjakan tugas biarkan dia secara kreatif memecahkan masalahnya, kemudian tanya bagaimana caranya mengerjakan. setelah itu bimbing jika pekerjaannya salah, tetapi berilah kesempatan ia untuk berargumen dengan jawabannya. kalau memang mendekati benar beri arahan untuk menjawab dengan tepat.
7. ikuti terus perkembangan cara belajar anak dengan teratur dan jangan mematikan motivasi belajarnya
8. Jangan arahkan cara belajar anak, biarkan ia mengikuti cara belajarnya sendiri sesuai dengan minatnya.
9. Ketika ia melihat TV ajak anak untuk mengkritisinya baik dari segi akhlaq, keilmuwan atau dampak yang lain.
Semoga cara di atas dapat bermanfaat untuk mewujudkan masa depan bangsa. Amin
Categories: anak · belajar · cara belajar · orang tua · tips belajar
Tagged: anak, belajar, cara belajar, tips belajar, trik belajar
Nilai Pelajaran “Anak” Membuat Orang Tua Resah?
January 22, 2008 · 2 Comments
Ketika Ulangan Akhir Semester atau ujian nasional, akan berlangsung membuat orang tua menjadi kalang kabut, dengan mempersiapkan guru prifat atau mengumpulkan catatan, dan memaksa anaknya untuk menyelesaikan bentuk soal latihan sebanyak-banyaknya!!! Tapi ternyata si anak santai aja dan tidak menggubris nantinya akan mendapat nilai berapa, yang penting bermain…. Memang itulah dunia anak yaitu bermain, dan mencari jati diri untuk menatap masa depan. Dengan bermain anak akan menemukan inspirasi, imajinasinya akan berkembang. Tetapi orang tua tidak mau tahu itu, yang terpenting adalah anaknya mendapat nilai dengan sebaik-baiknya…. akhirnya anak dipaksa untuk menuruti kemauan orang tuanya, dengan siang – malam “belajar” menghafalkan soal, apa jadinya nanti anak tersebut??? ….. Sebenarnya kalau kita sebagai orang tua berpikir rasional, pasti akan membiarkan, dan mengarahkan anak berkembang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya, karena nilai yang baik belum tentu mencerminkan kemampuan anak dalam mengarungi bahtera hidupnya nanti, dan nilai hanyalah dokumen yang nantinya akan dimakan oleh rayap. Mengapa masyarakat Indonesia masih mengkultuskan nilai untuk menentukan lulus atau naiknya seorang siswa???? apakah generasi bangsa ini hanya bertitelkan nilai dan gelar, tanpa memiliki suatu skill dan akhlaq yang karimah. Untuk itu hendaknya jangan menghakimi searang anak yang mendapat nilai jelek, karena belum tentu anak tersebut tidak bisa, mungkin yang membuat soalnya yang tidak bisa mengukur seberapa tingkat pemahaman seorang anak. Mari kita didik anak kita dengan Keteladanan dan Modeling/contoh-contoh dalam berprilaku dan bertindak, dan hendaknyalah kita memahami karakter anak-anak kita.
Categories: orang tua · pendidikan orang tua · penidikan anak · soal ulangan
Tagged: pendidikan, pendidikan anak, pendidikan orang tua, soal ulangan, UAS