<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ari Dwi Haryono</title>
	<atom:link href="http://aflah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aflah.wordpress.com</link>
	<description>Merdeka...</description>
	<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 06:45:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masih Ada Laskar Pelangi Pada Jaman ini &#8230;..</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/10/14/masih-ada-laskar-pelangi-pada-jaman-ini/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/10/14/masih-ada-laskar-pelangi-pada-jaman-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 06:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Laskar Pelangi membuat dunia pendidikan menjadi heboh&#8230;., tetapi sebenarnya kejadian itu masih ada dan banyak sekali dijumpai di negeri yang tercinta ini. Masih adakah orang yang peduli akan pendidikan anak-anak generasi bangsa ini yang menjadi penerus di negara Indonesia. Wahai kaum pendidik, ayo kita berjuang untuk menghapus kebodohan di negara ini.
Posted in Uncategorized&#160;&#160;&#160;Tagged: laskar pelangi&#160;&#160;&#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Laskar Pelangi membuat dunia pendidikan menjadi heboh&#8230;., tetapi sebenarnya kejadian itu masih ada dan banyak sekali dijumpai di negeri yang tercinta ini. Masih adakah orang yang peduli akan pendidikan anak-anak generasi bangsa ini yang menjadi penerus di negara Indonesia. Wahai kaum pendidik, ayo kita berjuang untuk menghapus kebodohan di negara ini.</p>
Posted in Uncategorized&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tagged: laskar pelangi&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=53&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/10/14/masih-ada-laskar-pelangi-pada-jaman-ini/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketidakadilan ada di mana-mana</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/08/28/ketidakadilan-ada-di-mana-mana/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/08/28/ketidakadilan-ada-di-mana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[adil]]></category>

		<category><![CDATA[gas]]></category>

		<category><![CDATA[minyak]]></category>

		<category><![CDATA[negara]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Tangisan rakyat kecil sekarang ada di Indonesia yang telah 63 tahun merdeka, penderitaan ada di mana, para bayi menangis, karena kehabisan air susu, anak-anak menangis mencari perlindungan, para remaja menjerit histeris, meratapi nasibnya, para orang tua berontak, meratapi nasibnya yang malang. Mengapa&#8230;. mengapa?&#8230; itulah yang timbul pertanyaan para pendiri negeri ini di alam kubur. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tangisan rakyat kecil sekarang ada di Indonesia yang telah 63 tahun merdeka, penderitaan ada di mana, para bayi menangis, karena kehabisan air susu, anak-anak menangis mencari perlindungan, para remaja menjerit histeris, meratapi nasibnya, para orang tua berontak, meratapi nasibnya yang malang. Mengapa&#8230;. mengapa?&#8230; itulah yang timbul pertanyaan para pendiri negeri ini di alam kubur. Hal ini adalah merupakan kecerminan ketidakadilan para pemimpin negeri ini, ambil contoh di Jakarta berapa ribu kepala keluarga kena gusur, padahal mereka sudah menempati lahan berpuluh-puluh tahun. kenapa pada waktu mereka mendirikan rumah tidak dicegah, mungkin ada oknum yang menarik uang pada mereka, dan sekarang ganti gubernur atau walikota mereka tergusur. Adalagi yang mencengangkan di negeri ini, apa itu KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS ramai-ramai orang disuruh pemerintah mengganti kebutuhan memasak mereka dari minyak tanah ke gas. dengan dalih semunya gratististis&#8230;.. Eh ahlah pancen pemimpin tidak punya hati, dalih penghematan bbm, tapi menguntungkan pengusaha gas, dengan menaikan harga. apakah ini merupakan keadilan?&#8230; Sekarang rakyat begitu kebingungan mana yang dianut pemimpin atau bertindak sendiri-sendiri saja tanpa harus ada pemimpin? Ya sudalah nasi sudah menjadi bubur, kalau gitu gimana buburnya dimasak agar menjadi enak. Kalau gitu pemimpin yang tidak jujur, tidak adil lebih baik dimasak aja oke?&#8230;&#8230;. Kemudian mari kita pilih pemimpin yang betul-betul adil, jujur, dan bijaksana. Eh&#8230; eh tapi sulit juga ya!  siapa ya? &#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=51&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/08/28/ketidakadilan-ada-di-mana-mana/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merdeka, dan Korupsi</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/08/17/merdeka-dan-korupsi/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/08/17/merdeka-dan-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 03:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[merdeka 63 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Teriakan merdeka berkumandang di seluruh pelosok negeri ini tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Semangat juang yang tinggi, rasa nasionalisme, kebangsaan, dengan tulus ikhlas pada waktu itu rakyat Indonesia membara di hati sanubari yang paling dalam. Sungguh hebat, betapa tidak para penjajah diusir dari negeri tercinta dengan bermodalkan bambu runcing, tetesan darah, keringat untuk memperoleh kemerdekaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Teriakan merdeka berkumandang di seluruh pelosok negeri ini tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Semangat juang yang tinggi, rasa nasionalisme, kebangsaan, dengan tulus ikhlas pada waktu itu rakyat Indonesia membara di hati sanubari yang paling dalam. Sungguh hebat, betapa tidak para penjajah diusir dari negeri tercinta dengan bermodalkan bambu runcing, tetesan darah, keringat untuk memperoleh kemerdekaan. Allah telah merestuinya tapat tanggal 17 Agustus Indonesia diberi kenikmatan luar biasa untuk menjadi suatu negara yang dapat berdiri sendiri di atas tanah yang subur ini. Tapi teriakan itu sekarang telah berganti, selama 63 tahun merdeka, para pemimpin bangsa pada saat ini lebih mengedepankan kata korupsi, korupsi, korupsi, Astaghfirullah. Ya Allah Ampunilah para pemimpin bangsa ini, dan sadarkan mereka dari kerakusan dan ketidakjujuran di dalam memimpin negeri ini. Amin Ya Robbal alamin</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=49&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/08/17/merdeka-dan-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Merdeka atau Masih Terjajah?</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/08/14/indonesia-merdeka-atau-masih-terjajah/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/08/14/indonesia-merdeka-atau-masih-terjajah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 02:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[bangkit]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Perlombaan diselengarakan di mana-mana, anak-anak, remaja, orang tua, kakek, nenek, semuanya memeriahkan kemerdekaan. tetapi dibalik kecerian itu tersimpah hati yang perih, jengkel, lapar akan keadilan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk itu alngkah bahagianya para pahlawan yang telah mempersembahkan kemerdekaan atas berkat rahmat Allah ini, melihat kemakmuran, keadilah, kesejahteraan rakyat di bumi tercinta ini, dari pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perlombaan diselengarakan di mana-mana, anak-anak, remaja, orang tua, kakek, nenek, semuanya memeriahkan kemerdekaan. tetapi dibalik kecerian itu tersimpah hati yang perih, jengkel, lapar akan keadilan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk itu alngkah bahagianya para pahlawan yang telah mempersembahkan kemerdekaan atas berkat rahmat Allah ini, melihat kemakmuran, keadilah, kesejahteraan rakyat di bumi tercinta ini, dari pada melihat kegembiraan dibalik kesusahan. Tanah yang kaya ini, seolah-olah hanya sebagai hiasan belaka, karena yang menikmati justru bangsa lain dan hanya segelintir orang saja. Begitu pula dunia pendidikan kita yang hanya mementingkan kuantitatif data dengan nilai, tanpa melihat bentuk bagaimana menciptakan generasi yang tangguh untuk pembangunan di negeri tercinta ini. Ya Allah kapan negara ini akan bangkit&#8230;&#8230;&#8230;. apakah nunggu 1000 tahun lagi?&#8230;&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=47&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/08/14/indonesia-merdeka-atau-masih-terjajah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Berkarya</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/07/05/mari-berkarya/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/07/05/mari-berkarya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 02:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[karya]]></category>

		<category><![CDATA[peradaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan meruapakan cikal bakal untuk menatap masa depan seorang generasi penerus bangsa, untuk itu diperlukan motivator dan keuletan dalam menuju proses suatu peradaban. Karena peradaban tidak dibangun lewat kekerasan, atau politik, tetapi peradaban akan tumbuh jika manusia mampu untuk berkarya, maka dari itu hendaknya seorang pengajar mulai belajar untuk menumbuhkan jiwa dan semangat kepada nak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pendidikan meruapakan cikal bakal untuk menatap masa depan seorang generasi penerus bangsa, untuk itu diperlukan motivator dan keuletan dalam menuju proses suatu peradaban. Karena peradaban tidak dibangun lewat kekerasan, atau politik, tetapi peradaban akan tumbuh jika manusia mampu untuk berkarya, maka dari itu hendaknya seorang pengajar mulai belajar untuk menumbuhkan jiwa dan semangat kepada nak didiknya agar mampu berbuat dan bertindak sesuai dengan kaidah dan norma-norma agama. perwujudan peradaban akan nampak pada suatu pembiasaan, nah pembiasaan tersebut datang dari diri-sendiri tanpa adanya paksaan. Bagaimana kita memulai itu yang menjadi tugas kita. Ayo berkarya jangan pantang menyerah, mari menuju kebangkitan peradaban Islam. Bersatulah umat Islam, dan mulailah menjalankan syariat Islam&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=45&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/07/05/mari-berkarya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BBM Naik, Rakyat dibodohi</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/05/29/bbm-naik-rakyat-dibodohi/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/05/29/bbm-naik-rakyat-dibodohi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BBM]]></category>

		<category><![CDATA[Demo]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa negara yang akan raya dengan minyak, justru bingung? &#8230;.. heran deh bangsa ini. Apa pemerintah tidak bisa mengolah minyak?&#8230;. dari penduduk yang banyaknya sampai ratusan juta ini, apakah bodoh semua sehingga mengelolah kekayaan alam harus mendatangkan investor asing. Astagfirullah. Kalau dipikir dunia pendidikan kita juga seperti ini ya&#8230; kenapa? karena hampir setiap tahun katanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengapa negara yang akan raya dengan minyak, justru bingung? &#8230;.. heran deh bangsa ini. Apa pemerintah tidak bisa mengolah minyak?&#8230;. dari penduduk yang banyaknya sampai ratusan juta ini, apakah bodoh semua sehingga mengelolah kekayaan alam harus mendatangkan investor asing. Astagfirullah. Kalau dipikir dunia pendidikan kita juga seperti ini ya&#8230; kenapa? karena hampir setiap tahun katanya mendapat medali emas bidang matematika, sains, &#8230;. tetapi ealah mengelola kekayaan alam gak becus. mana yang harus dibanggakan dengan menangnya olimpiade&#8230;. itu. Apa anak-anak yang berprestasi itu hanya berpikir instan, artinya hanya bisa menyelesaikan di atas kertas tetapi tidak bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari&#8230;. sungguh menggelikan. apa hidup ini hanya menyelesaikan permasalahan dalam bentuk soal-saol lembar ujian&#8230;.  Inilah rentetan peristiwa yang mengakibatkan rakyat kebingungan BBM dan mahasiswa demo dengan anarki. Kalau direntet lagi persoalannya adalah dunia pendidikan di Tanah air tercinta ini paling terpuruk dan sangat terpuruk&#8230; Perlu bukti?&#8230; Lihat pemimpin pemerintah kita dengan menaikan harga BBM, kemudian memberi BLT pada rakyat itu menunjukkan pemerintah berpikir bodoh, demi kepentingan sesaat. Apa yang terjadi kemudian ada pembodohan lagi data penerima BLT ternyata tidak tepat sasaran, dan lebih naif lagi yang kaya pun menerima BLT, dan yang belum menerima berbondong-bondong mengemis minta BLT, yang akhirnya pemerintah mengajari rakyat untuk jadi pengemis semua&#8230;. Tugas dunia pendidikan menjadi berat lagi ketika mahasiswa tidak mempunyai hati nurani lagi, yang dipikir bagaimana bisa melampiaskan kekesalan dengan melempar batu, membakar ban bekas, dll. Mari untuk mengatasi persoalan bangsa ini mulai dengan memajukan mutu pendidikan, kita cetak generasi yang tangguh, dan mampu mengelolah sumber daya alam ini dengan ramah dan membentuk generasi yang berpikir dangan hati dan pikiran. Tetapi PR besar ini dilupakan para pemerintahan di lingkungan pendidikan, yang hanya memikirkan gengsi, yang penting juara olimpiade, nilai rata-rata uAN meningkat pentingkah itu bagi rakyat&#8230;.????? he&#8230;he&#8230; tidak penting&#8230; karena UAN hanya selembar kertas yang selesai mengerjakan habis itu lupa karena yang penting dapat ijasah&#8230;. benar-benar negara ini negara pelawak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=44&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/05/29/bbm-naik-rakyat-dibodohi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kalau Tidak Menerangkan Bukan Guru&#8221;</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/04/18/kalau-tidak-menerangkan-bukan-guru/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/04/18/kalau-tidak-menerangkan-bukan-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 06:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[belajar]]></category>

		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Bu/ pak guru gimana cara menjawab soal ini. &#8221; ah kamu gini aja gak bisa&#8221; kata guru. kemudian si guru menjelaksan panjang&#8230;. dan lebar&#8230;., udah kamu ngerti? sudah pak &#8220;jawab siswa&#8221; sambil menggaruk-garuk kepala menandakan kebingungaannya. Hal ini contoh paradigma pendidikan saat ini, sehingga muncul selogan &#8221; kalau tedak menerangkan bukan guru&#8221;. tetapi pemerintah menghimbau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bu/ pak guru gimana cara menjawab soal ini. &#8221; ah kamu gini aja gak bisa&#8221; kata guru. kemudian si guru menjelaksan panjang&#8230;. dan lebar&#8230;., udah kamu ngerti? sudah pak &#8220;jawab siswa&#8221; sambil menggaruk-garuk kepala menandakan kebingungaannya. Hal ini contoh paradigma pendidikan saat ini, sehingga muncul selogan &#8221; kalau tedak menerangkan bukan guru&#8221;. tetapi pemerintah menghimbau adanya paradigma baru yaitu siswa sebagai subjek aktif, kreatif, inovatif, untuk memunculkan ide, gagasan, dalam kegiatan pembelajaran. tetapi kenyataan di berbagai sekolah guru sulit untuk diajak berubah.  Maka dari perubahan datangnya dari guru itu sendiri. Dimana guru diharapkan dapat memunculkan karakter anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya. Melalui berbagai model pembelajaran yang efektif guru dapat menggali imajinasi siswa dengan berbagai pertanyaan yang mampu mengarahkan siswa belajar dengan bermakna. Meskipun demikian hal ini sulit dilaksanakan, karena sosok guru, seolah-olah merupakan sumber ilmu dan paling pandai di kelas. Guru cenderung masih sering bicara atau menerangkan dianding mengarahkan agar siswa mampu belajar mandiri. untuk itu sebaiknya bagaimana seorang guru mampu menyusun pertanyaan yang dapat mengerahkan siswa dalam belajar, karena melalui pertanyaan-pertanyaan diharapkan siswa dapat menjawab dan melaksanakan kegiatan yang mengasyikkan dan berusaha untuk menemukan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajarinya. Insyaallah dengan cara tersebut guru juga mampu mengases berbagai siswa dan memahami sejauh mana siswa tersebut berpikir dan memahami materi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=43&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/04/18/kalau-tidak-menerangkan-bukan-guru/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Permasalahan</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/03/16/belajar-dari-permasalahan/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/03/16/belajar-dari-permasalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 13:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[belajar]]></category>

		<category><![CDATA[matematika]]></category>

		<category><![CDATA[problem solving]]></category>

		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>

		<category><![CDATA[belajar matematika]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/2008/03/16/belajar-dari-permasalahan/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Anak-anak mulai memecahkan masalah dengan &#8220;percobaan dan kesalahan&#8221; mulai sejak berumur beberapa bulan. Kegiatan mengajar, seperti mencari jumlah dari 48 +96, kadang-kadang disebut masalah. Latihan berhitung bukan meerupakan masalah. Suatu masalah terjadi ketika seseorang menginginkan untuk mencapai suatu tujuan, tapi tidak dapat segera mencapai tujuan tersebut. Pemecahan masalah kemudian menjadi proses untuk mencapai tujuan tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Arial, sans-serif"></font><font size="4"></font><font size="3"></font><font face="Times New Roman, serif"><span><font color="#000000">Anak-anak mulai memecahkan masalah dengan &#8220;percobaan dan kesalahan&#8221; mulai sejak berumur beberapa bulan. Kegiatan mengajar, seperti mencari jumlah dari 48 +96, kadang-kadang disebut masalah. Latihan berhitung bukan meerupakan masalah. Suatu masalah terjadi ketika seseorang menginginkan untuk mencapai suatu tujuan, tapi tidak dapat segera mencapai tujuan tersebut. Pemecahan masalah kemudian menjadi proses untuk mencapai tujuan tersebut dan mencapai tujuan tersebut. Setiap tindakan pada pemecahan masalah menggunakan suatu proses. Fokus dasar dalam mengembangkan pemecah masalah harus mengajarkan pada proses, dan bukan untuk mencari solusinya (yang hanya merupakan hasil akhir dari proses pemecahan masalah). Keterampilan berhitung yang siswa kembangkan selama di sekolah dasar adalah alat sederhana yang dapat digunakan dalam proses pemecahan masalah. Karena keterampilan adalah pengenalan terbaik saat digunakan dalam konteks pemecahan masalah. Motivasi untuk belajar bagaimana menghitung harus dimulai dari konteks masalah. </font>Aplikasi dari keterampilan berhitung, khususnya sebagai alat untuk pemecahan masalah, harus kembali menjadi fokus utama dalam belajar selama pengembangan keterampilan berhitung. Jika seorang anak menjadi seorang yang ahli dalam berhitung, tapi tidak dapat menggunakan ketrampian yaitu untuk memecahkan masalah, maka anak tersebut hanya mempela1ari sedikit dari nilai praktik. Dalam hal lainnya,</span> jika seorang anak mempunyai variasi yang banyak dalam strategi untuk memecahkan masalah, tapi mengalami kesulitan/lemah dalam berhitung, maka anak tersebut dapat mengatasi kekurangan tersebut dengan menggunakan kalkulator atau program mikrokomputer.<span id="more-42"></span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Pemecahan masalah adalah alasan dasar/utama untuk belajar konsep matematika non komputasi. Belajar tentang bilangan, geometri, pengukuran, dan yang lainnya dalam matematika harus dipelajari dalam konteks pemecahan masalah, karena siswa akan</font><font color="#000000"> </font>menjadi termotivasi untuk mengeksplorasi ide mereka saat melihat bagaimana konsep ini membantu mereka memecahkan suatu masalah. Berikut contoh masalah dan proses memecahkan masalah:</p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.23in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3"><u><b>Masalah</b></u></font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.24in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Terdapat suatu tempat berbelanja dijalan Hizzhonor no 16. kita ingin pergi kesana untuk berbelanja, tapi tidak mempunyai ide dimana lokasinya berada. (kita punya tujuan, tapi tidak memahami bagaimana cara mencapai tujuan tersebut).</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.25in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3"><u><b>Proses</b></u></font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.25in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Strategi yang dapat kita gunakan untuk memecahkan masalah adalah:</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.5in;text-indent:-0.22in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">1. saat kita tidak tahu bagaimana untuk sampai di tempat tersebut, kita akan bertanya pada seseorang bagaimana untuk bisa ke sana. Sekali mereka memberikan arah, kita mengikuti petunjuk tersebut untuk sampai ke tujuan kita</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.5in;text-indent:-0.22in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">2. jika kita memiliki peta, kita dapat melihat lokasi tersebut pada peta, dan mengunakan peta tersebut untuk sampai pada lokasi tersebut. Sebelumnya, yang kita perlukan untuk memecahkan masalah adalah mempelajari: </font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Kemampuan menggunakan indeks peta</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Kemampuan untuk melihat lokasi jalan koordinat yang disebutkan dalam indeks peta</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Kemampuan untuk membaca peta mulai dari jalan tempat kita berada sampai lokasi dari jalan yang kita ingin tuju.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Kemampuan untuk mengendarai mobil menuju lokasi yang disebutkan/indikasikan dalam peta.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Jika kita menggunakan kernampuan ini sampai pada tujuan, maka masalah ini terpecahkan. Kemudian dalam bulan yang sama saat kita menginginkan untuk pergi ke jalan Hizzhonor lagi, kita ingat bagaimana cara ke jalan tersebut sebelumnya. Maka ini bukan masalah lagi. Bagaimanapun, sekali kita memulai perjalanan kita, jika kita temukan jalan yang kita gunakan sebelumnya ditutup untuk diperbaiki. Dalam hal ini, karena situasinya sudah diubah, dan kita tidak segera tahu bagaimana untuk sampai ke tujuan kita, maka kita mempunyai situasi masalah yang baru.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">Pemecahan masalah dikembangkan dengan cara yang sama pada contoh sebelumnya, dengan seorang guru membangun secara perlahan kemampuan seorang siswa untuk memecahkan masalah. Dalam proses ini, guru memproses mulai dari masalah sederhana sampai pada masalah yang lebih kompleks, membangun komplesitas masalah dengan menambahkan &#8220;kerutan baru&#8221; pada masalah yang sudah dipecahkan sebelumnya dan dengan mengkombinasikan unsur-unsur pemecahan masalah sebelumnya pada bentuk struktur yang ditunjukkan pada masalah yang baru. Saat bekerja dengan anak-anak, guru harus dapat membentuk situasi yang bukan masalah kedalam suatu masalah untuk membantu siswa sampai pada kondisi yang baru dan untuk memperkuat kemampuannya. Tiga hal yang menjadi tanggungjawab utama dari seorang guru saat menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah adalah untuk: </font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.5in;text-indent:-0.27in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">1. Membantu siswa mengembangkan kumpulan strategi pemecahan masalah.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.5in;text-indent:-0.27in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">2. Membimbing siswa menguasai konsep matematika, tekniknya, serta keterampilan berhitung siswa untuk memecahkan masalah</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.5in;text-indent:-0.27in;line-height:150%;"><font face="Times New Roman, serif"></font><font size="3">3. Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan strategi tersebut dalam suatu variasi keadaan yang lebih luas</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=42&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/03/16/belajar-dari-permasalahan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Jam Untuk Menghitung Perkalian</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/03/04/menggunakan-jam-untuk-menghitung-perkalian/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/03/04/menggunakan-jam-untuk-menghitung-perkalian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 09:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[belajar matematika]]></category>

		<category><![CDATA[konsep]]></category>

		<category><![CDATA[matematika SD]]></category>

		<category><![CDATA[perkalian]]></category>

		<category><![CDATA[jam]]></category>

		<category><![CDATA[konsep perkalian]]></category>

		<category><![CDATA[matematika]]></category>

		<category><![CDATA[SD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya mengajar perkalian, dengan semangat yang tinggi saya berusaha agar anak-anak bisa menyelesaikan soal perkalian sesuai dengan cara seperti yang saya lakukan.  sebenarnya ini sih namanya egois&#8230; karena maunya guru, bukan bagaimana siswa mampu belajar dengan caranya sendiri. tetapi dalam hati saya berpikir, kesalahan yang dilakukan anak dalam mengalikan bilangan dikarenakan anak tidak bisa melakukan perkalian dasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika saya mengajar perkalian, dengan semangat yang tinggi saya berusaha agar anak-anak bisa menyelesaikan soal perkalian sesuai dengan cara seperti yang saya lakukan.  sebenarnya ini sih namanya egois&#8230; karena maunya guru, bukan bagaimana siswa mampu belajar dengan caranya sendiri. tetapi dalam hati saya berpikir, kesalahan yang dilakukan anak dalam mengalikan bilangan dikarenakan anak tidak bisa melakukan perkalian dasar dengan tepat dan benar. Pada perkalian dasar sebenarnya anak sudah paham terhadap konsep perkalian, tetapi ternyata anak-anak tidak ingat diluar kepala perkalian dasar, dan kecenderungannya mereka memakai bantuan alat misalnya dengan jari. Tetapi ketika saya memberikan soal perkalian untuk mengukur kemampuan siswa, apakah materi perkalian itu sudah bermakna atau dipahami anak. saya terkejut melihat seorang siswa yang dari tadi memperhatikan jam dinding. Apa ya yang terjadi pikir saya dalam hati?&#8230;.<span id="more-41"></span></p>
<p>Kemudian saya dekati anak tersebut yang bernama Rizal kelas 4A SD Bani Hasyim Bertaraf Internasional. Mas apa kamu sudah selesai mengerjakan tes?&#8221; tanyaku. sudah pak, sambil menunjukkan pekerjaannya. &#8220;jawab Rizal&#8221;. Hebat kamu mas pujiku, karena semua jawabannya benar. Tetapi kenapa kamu dari tadi melihat jam dinding? &#8220;tanyaku&#8221;. Oh itu pak saya gunakan jam dinding untuk menghitunya, karena saya tidak hafal perkalian dasar jawabnya lugu, sambil tersenyum. terus siapa yang ngajarin kamu gunakan jam? tanyaku lagi. tidak ada yang ngajarin, aku gunakan sendiri, &#8220;jawabnya mantab&#8221;. hebat kamu mas &#8220;pujiku lagi, sambil penasaran&#8221; gimana caranya &#8220;tanyaku&#8221; gi ni lho pak caranya kalau misalnya 4 x 7 , nah kita lihat bilangan 4 pada jam kemudian bilangan pada jam  kita tandai dengan 1, 2, &#8230; (menyatakan puluhan) kemudian 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 (10), 21 (1), 22 (2),  23 (3), 24 (4), 25 (5), 26 (6), 27 (7), 28 (8) jadi jawabnya 28, katanya dengan cepat menjelaskan, tapi saya berpikir apa benar ya, kok dia cukup lihai menghitungnya tanpa menyentuh dan memberi tanda pada jama. saya waktu dijelaskan juga belum paham. karena ia asyik menjelaskan dan sambil melihat jam. kemudi saya menggambar jam dan saya suruh nerangkan. oh ternya begitu. &#8230;</p>
<p>Hal semacam ini bagi anak memang unik, dan ia berimajinasi untuk mendapatkan cara yang dianggapnya mudah, padahal menurut saya itu sulit. tapi itulah keunikan anak. Akhirnya saya tertarik untuk mempelajarinya dan belajar dari murid saya bisa ndak untuk dikembangkan dalam konsep metematika. sungguh menarik ya&#8230;. semoga siswa saya nantinya menjadi guru yang baik bagi saya&#8230; makanya guru jangan selalu menganggap siswanya tidak bisa, tetapi seharusnya guru selalu belajar pada siswanya&#8230;. oke&#8230;.. sampai ketemu untuk konsep perkalian dengan jam. saya tak belajar dulu ya&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=41&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/03/04/menggunakan-jam-untuk-menghitung-perkalian/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Menjadi Guru Ideal!</title>
		<link>http://aflah.wordpress.com/2008/02/28/bagaimanakah-menjadi-guru-ideal/</link>
		<comments>http://aflah.wordpress.com/2008/02/28/bagaimanakah-menjadi-guru-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 04:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aflah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<category><![CDATA[guru ideal]]></category>

		<category><![CDATA[guru sd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aflah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan bangsa, pendidikan merupakan modal dasar pembangunan yang akan menentukan arah perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dan negara. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru, dengan berbagai cara salah satunya adalah sertifikasi guru. Melalui sertifikasi ini diharapkan para guru dapat bertindak secara profesional? Sebenarnya apakah seorang guru itu harus profesional?. Dari kata profesional ini, seolah-olah guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam perjalanan bangsa, pendidikan merupakan modal dasar pembangunan yang akan menentukan arah perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dan negara. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru, dengan berbagai cara salah satunya adalah sertifikasi guru. Melalui sertifikasi ini diharapkan para guru dapat bertindak secara profesional? Sebenarnya apakah seorang guru itu harus profesional?. Dari kata profesional ini, seolah-olah guru yang bersertifikasi adalah guru yang benarr-benar mumpuni dan dapat ditiru oleh anak didiknya segala tindakannya, sesuai dengan istilah jawa, guru adalah digugu lan ditiru (segala perkataannya selalu diperhatikan anak dan tingkahlakunya akan ditiru anak).</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ketika seorang guru berkata pada anak didiknya, “Anak-anak kalau datang itu jangan terlambat, kalau ingin sukses kalian harus disiplin, tepat waktu!” “ya pak guru” jawab muridnya serentak. Guru juga memberi petuah lagi “Anak-anak, kalau ada sampah berserakkan maka kita harus meletakkan pada tempatnya, yaitu dimana?” tempat sampah pak, jawab anak-anak dengan penuh semangat. Bagus, bagus&#8230; “jawab guru”. Hal ini membutktikan bahwa semua perkataan gurunya selalu diiyakan siswanya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Keesokkan harinya guru datang pukul 07.10 menit. Anak-anak bagaimana pelajaran hari ini apa kalian siap belajar? Siap, karena dari tadi kita menunggu” jawab muridnya. Bagus kalian sangat tertib dan disiplin. Puji gurunya. Kemudian bel istirahat berbunyi tet&#8230; tet&#8230; anak-anak boleh istirahat” kata guru. Jangan lupa ya! Kalau ada sampah diambil dan diletakkan pada tempatnya. Perintah gurunya. Waktu bermain anak-anak melihat gurunya tadi berjalan dengan santai dan hanya melihat dengan cuek beberapa bungkus makanan yang berceceran. Dengan santai guru masuk ruangan dan membolak-balik buku pelajaran yang akan disampaikan pada muridnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Inilah contoh atau gambaran bentuk sertifikasi yang dilakukan pemerintah kepada guru. Karena, itu saya prihatin melihat para guru yang rata-rata mengedepankan intelektual dari pada hati yang berbicara. Mengedepankan ceramahnya dan tutur pituturnya dari pada perbuatan yang dilakukannya. Ketika musim sertifikasi guru berusaha menjadi seorang pembohong dan pendusta. Kenapa tidak semua kumpulan makalah difoto copy, piagam dipalsukan. Hanya mengejar selembar kertas bergambar soeharto atau yang lain. Naifnya seorang guru bersertifikasi. Untuk itu perlu disadari sesungguhnya guru ideal yang didambakan seorang anak adalah keteladanan dan perlu contoh, serta bukti dimana apa yang dikatakan pasti dilakukannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Saya pribadi merasa risih dengan kejadian yang mencorang nama baik guru, seyogyanyalah kita kembali ke khitah kita sebagai orang yang tahu malu, dan dengan mengedepankan kejujuran, serta suritauladan. Guru teladan yaitu ketika ia menyuruh anak didiknya untuk disiplin maka ia terlebih dahulu belajar untuk disiplin, ketika menyuruh anak didiknya jika ada sampah berserakkan diambil, maka terlebih dahulu kita membersihkannya, dan sebaginya. Jadi hendaknya guru selalu mengedepankan perbuatan, kemudian menyampaikan kepada anak didiknya. Karena anak sejatinya selalu melihat, dan mencotoh apa yang dilakukan seorang guru. Tetapi jika hanya mendengar saja pasti yang didengarnya itu akan terlintas sesaat kemudian musnah dihilangkan oleh perbuatan guru itu sendiri. Karena kunci keberhasilan seorang guru ada pada perilaku dan perkataannya, dan bukan karena lulus sertifikasi guru<span id="more-40"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">Untuk itu para guru sebaiknya cobalah berpikir, bertindak sesuai dengan hati nurani, dan cobalah untuk malu kepada siswa. Jangan hanya menganggap siswa itu sebagai objek yang pasif, dan anggaplah siswa itu sebagai orang yang selalu memperhatikan dan mengkritik kita. Ketika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan ucapan kita maka hendaknya selalu mawas diri dan berusaha memperbaikinya&#8230;&#8230;.. Hidup Guru!!! Ayo Mengajar dengan Hati dan Keteladanan Oke&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aflah.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aflah.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aflah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aflah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aflah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aflah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aflah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aflah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aflah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aflah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aflah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aflah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aflah.wordpress.com&blog=2542803&post=40&subd=aflah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aflah.wordpress.com/2008/02/28/bagaimanakah-menjadi-guru-ideal/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aflah-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aflah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>