Sertifikasi Guru Menguras Uang Rakyat

Buat apa susah-suah sertifikasi guru, toh nyatanya guru tetap tidak berkualitas. Guru yang disertifikasi hanya mencari ijasah, sertifikat, dan copy makalah sana-sini pokoknya dapat uang tujangan sertifikasi!!! Klo gak lulus tambah uenakkkk, soale nginap di hotel, makan enak, dengan dalih pelatihan guru. Ujung-ujungnya uang rakyat dipakai untuk mbayar guru yang gak lulus perguru 1.5 juta, dan yang natar Rp. 1 juta per hari. Nginap di hotel…….. wow… uenaknya ikut sertifikasi tapi gak lulus, sebab ngak ngajar, tapi makan uenak sambil dengar orang ceramah. He…. he… Guru kok kayak dagelan.

8 responses to “Sertifikasi Guru Menguras Uang Rakyat

  1. guru dapat duit kok kamu iri

  2. Bukannya iri, saya juga seorang guru. tapi bagaimana cara menghargai seorang guru itu juga dilihat bagaimana ia bekerja di sekolah dengan benar. jangan hanya sekedar melihat ijasah, dan fata copy sertifikat itu kan gak bener! sehingga guru hanya mengejar sertifikasinya dari pada mengurusi muridnya. seharusnya pemerintah sadar akan hal itu. seorang guru yang profesional adalah guru yang bisa memberi teladan pada anak didiknya, dan mampu secara emosional dan moral dekat dengan anak didiknya.

  3. Saya setuju mas, dengan komentar di atas. Banyak Guru-2 yang belum S1 namun penuh pengabdian, bukannya mereka tidak pitar tapi uang untuk kuliah lagi tidak ada. Lucu sekali kalu usia mereka 56 tahun kuliah lagi.

  4. saya sangat setuju dengan tulisan anda di atas…

  5. @ kemaki : percuma pak kalo dapet duit tapi diatas penderitaan temen “kok makan daging sendiri…. “

  6. betul itu, sertifikasi guru hanya membuat guru untuk berbohong dan smakin bodoh, lagian guru yang lulus sertifikassi belum tentu layak mengajar, kalo gak percaya coba perhatikan secara objektif guru yang telah lulus sertifikasi, tidak semua yang layak mendapat, sayang uang rakyat untuk hal yang penuh kecurangan an ketidak jelasan.

  7. anda mungkin baru jadi guru! saya doakan anda juga lulus sertifikasi portofolio seperti saya, tidak perlu cari2 sertifikat,cari-cari makalah, cari2 apalah, karena semua terkumpul begitu saja setelah saya mengajar selama 14 tahun

  8. Saya jadi guru sudah 26 tahun setuju dengan tulisan anda,Guru memang perlu diperhatikan kesejahteraannya,tetapi dengan sistim sertifikasi semacam ini apakah kwalitas anak didik dan Guru akan meningkat?kalau jawabnya ya PASTI bohong, karena Guru akan lebih banyak meninggalkan “Gurunya” dan mendahulukan “akunya” ,siswa diberi tugas gurunya seminar dsb. Yang membuat kebijakan ini orang pinter atau orang bodoh ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s