Sekolah Unggulan ada atau tidak???

Orang tua, jika anaknya masuk sekolah unggulan akan merasa bangga, dan mampu untuk pamer kepada orang lain. sebenarnya adakah di negeri ini sekolah unggulan??? apanya yang diunggulkan??? pasti orang melihat sekolah unggulan dari hasil nilai uas atau anak yang mendaftar di sekolah tersebut banyak atau sedikit? jika banyak sekolah tersebut disebut sekolah unggulan atau fovorit. Apakah demikian? lebih lanjut lagi sebenarnya sekolah yang benar-benar unggul itu belum ada, dilihat dari proses pembelajaran yang masih klasikal, monoton dan guru banyak ceramah sedangkan siswa sebagai pendengar yang aktif, tanpa adanya interaksi. Tetapi bagaimana yang penting siswa mampu menyelesaikan soal ulangan atau tes dengan benar dan mendapat nilai yang baik, itu tujuan sekolah. Hal ini jelas bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang mencetak generasi bangsa yang unggul dibidang akhlaq, intelektual, …. bertolak dari tujuan tersebut, sekolah tidak mau tahu. yang diinginkan guru dan orang tua hanya nilai…. dan nilai … apakah melalui nilai membuktikan bahwa anak/siswa memenuhi tujuan pendidikan menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, keilmuwan…. perlu dipikirkan lagi. Untuk menyikapi tersebut di kabupaten Malang tepatnya di Singosari terdapat lembaga pendidikan Islam yaitu Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim meliputi Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Sekolah Dasar berusaha untuk mewujudkan cita-cita dari tujuan pendidikan nasional, yaitu dengan visi mewujudkan insan ulil albab yang berakhlaq karimah. Dengan mengembangkan pola pembelajaran yang berbasis IT, dengan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan jiwa anak, serta proses berpikir anak yang masih besifat operasional konkret. Melalui sistem ini diharapkan anak-nak mampu belajar secara bermakna, berpikir, dan bertindak sesuai tuntunan agama, serta mempunyak akhlaq karimah.

3 responses to “Sekolah Unggulan ada atau tidak???

  1. Mr. Ari, sedikit comment aja. aQ memang belum tahu apa-apa mengenai sekolah ini, tapi sekolah ini memberi kesan yang banyak buat aQ.
    Terkait dengan sekolah unggulan, tidak ada sekolah yang akan benar-benar menjadi sekolah unggulan kalau tidak di dukung dengan sumber
    daya manusia baik dari siswa, guru dan staff nya yang memang benar-benar mempunyai varietas unggul.
    Pembelajaran di sekolah sudah seharusnya disesuaikan dengan potensi yang ada di dalamnya, ketika siswa benar-benar tidak dapat menguasai materi pelajaran dengan pembelajaran yang interaktif apakah kita harus tetap melakukannya, kita sulit untuk bisa memaksakan . karena bukan tidak mungkin akan membuat siswa menjadi bingung. Sehingga metode tradisional sering kali di jadikan jalan pintas untuk mengatasi masalah ini. Ya … kan… Siswa seharusnya belajar bukan untuk mengejar nilai yang mungkin itu tuntutan dari orang tua sebagai wujud hasil belajar, tapi bukankah sesungguhnya belajar itu adalah membuat anak memahami, sehingga apa yang dipelajari menjadi life skill bagi orang yang belajar itu?

    aQ memang baru saja terjun di dunia mengajar, belum banyak pengalaman yang aku tahu. tapi melihat kurikulum yang ada di sekolah ini aQ sedikit bingung. Banyak yang tidak sesuai dengan kurikulum Diknas. Kita memang sudah menerapkan KTSP, yang penyusunan kurikulumnya memang dibuat oleh tiap satuan pendidikan yang terkait, tapi kenapa yang tampak justru membuat anak-anak menjadi bingung. Banyak materi yang di kurikulum sekolah ini masih ada di semester depan, justru di keluarkan di semester ini akibatnya banyak yang tidak bisa mengerjakan.
    Kalau kriteria sekolah unggulan secara awam di kenal orang karena nilai dan prestasi lulusannya, apakah dengan masalah yang seperti ini kita bisa mencapai itu?….
    Maaf kalau ada yang salah, karena aQ belum tahu banyak tapi aQ ingin tahu. Bolehkan….

  2. Pada dasarnya ada beberapa tipe kurikulum dan model pembelajaran, ada yang disebut pembelajaran terintegrasi, terpadu, sinergis, dan sebagainya. di Diknas maunya menggunakan terpadu maknya di kelas 1-3 tematik, sedangkan di kelas 4-6 terpisah pada mata pelajaran. sedangkan di bani hasyim terpadu, terintegrasi dan sinergis dengan disesuaikan visi misi melalui tema yang dikembangkan sehingga KTSP yang menyesuaikan kurikulum Masjidil ‘Ilm bukan sebaliknya. tetapi dalam kurikulum Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim juga menyesuaikan dengan kepentingan siswa, sehingga pembelajarannya akan bermakna dan sesuai dengan jiwa serta emosi anak. Coba cermati soal yang ada di diknas penting gak bagi anak?…

  3. Ya memang bos nggak ada yang berani mengklaim sendiri bahwa sekolah yang dikelolanya disebut “unggul”. Karena pada hakekatnya sekolah unggulan itu tidak ada. Karena yang bisa menilai sekolah itu unggul apa tidak itu adalah masyarakat, yang bisa kita sebut “user”. Kalau masyarakat merasa puas dengan program-program yang kita tawarkan, maka secara tidk langsung akan timbul image dengan sendirinya tentang sekolah tersebut dikatakan unggul apa bukan. tapi kalau melihat dan menganalisa tulisan bapak di atas, kayaknya baru kali ini bapak sebagai kepala sekolah telah mengklaim sekolah yang bapak pimpin adalah ekolah unggulan.Ya semoga deh bos…..! Dan untuk beberapa soal dari diknas nggak gitu-gitu amat deh pak soalnya, masih banyak kok yang bermakna buat siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s