KTSP, bagaimana dan mengapa?

KTSP, sering diartikan banyak guru dengan singkatan kurikulum terserah sampeyan piambak (kurikulum terserah kamu sendiri). Sebenarnya Kurikulum 2006 itu merupakan perbaruan yang mendasar dengan orientasi mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. tetapi  dalam pelaksanaannya belum secara serius dilaksanakan oleh lembaga pendidikan tingkat sekolah mapun lembaga pendidikan daerah. Kalaupun memang kurikulum itu dibuat dan dikembangkan oleh sekolah seyogyanya sekolalah yang akan mengadakan asesmen penilaian dan mengevaluasi proses pembelajaran, dengan disesuaikan budaya dan kurikulum sekolah. Sekali lagi tidak kekonsistenan pemimpin lembaga pendidikan mengakibatkan tidak berjalannya kurikulum pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Apakah hal ini terkait dengan dana pembuatan soal?…. Kalau dihitung secara materi maka yang akan dirugikan jika sekolah mengadakan asesmen pembelajaran yaitu kepala diknas, percetakkan, buku penerbit, dan sebagainya. bagaimana tidak untuk mencetak soal butuh percwetakkan, soal-soal diambil dari buku penerbit, pegawai diknas dapat uang tanggungjawab, dan lain-lain. Akhirnya terjadilah tradisi untuk mengambil keuntungan diri sendiri tanpa menghiraukan kurikulum yang berlaku. akibatnya bangsa ini akan runtuh secara berlahan-lahan karena generasi mudanya akan loyo. Untuk itu solusinya adalah kerjakan sesuatu dengan konsisten dan penuh kejujuran, serta tanggungjawab dengan amanah dan serius demi kepentingan anak bangsa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s