Guru membuat RPP kesulitan atau malas?

Ketika akan sertifikasi, guru berusaha untuk membuat RPP dengan sebaik-baiknya, tetapi kenyataan di lapangan banyak dijunmpai RPP guru kurang dapat dibaca atau sulit dilaksankan oleh pembaca terutama guru lain. Hal ini menunjukkan selama ini guru hanya sekedar memenuhi kewajiban tanpa mengerti maksud dan tujuan adanya RPP. Mengapa demikian? karena guru selama ini sudah merasa bisa mengajar dan dengan pengalaman mengajarnya itu sudah cukup, apa buktinya? buktinya anak-anak ya bisa membaca, menulis, dan nilai ujiannya baik. Itulah alasan guru, ketika dikritik mengapa tidak membuat RPP. Apa jadinya konteks mengajar guru tanpa RPP? yang terjadi adalah guru asal mengajar dengan media ala kadarnya tanpa strategi pembelajaran yang cocok dan bahkan guru mengajar dengan teks book. Pada akhirnya terbentuklah manusia yang kurang kreatif dan lebih monoton dalam berpikir. Maka hilanglah makna kegiatan pembelajaran di kelas. Untuk itu wahai guru yang bijak cobalah sekarang susun RPP dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan mutu generasi masa depan baik intelektual maupun kepribadiannya. Amin Semoga menjadi guru yang bijaksana.

One response to “Guru membuat RPP kesulitan atau malas?

  1. Cermin Teladan Kepemimpinan Rasulullah

    Rasulullah telah wafat ribuan tahun yang lalu, tetapi pengaruhnya tetap abadi hingga sekarang, tidak lapuk dimakan zaman dan tidak lekang dimakan usia. Rasulullah adalah contoh teladan pemimpin yang baik.
    1. Rasulullah saw. memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
    2. Rasulullah memimpin penglihatannya, tutur katanya, nafsunya, keinginannya, dan memimpin keluarganya dengan cara terbaik sehingga Beliau mampu memimpin umat dengan cara dan hasil yang terbaik pula.
    Penyebab seorang pemimpin tersungkur menjadi hina karena banyak menginginkan kedudukan dan jabatan tetapi tidak mampu memimpin dirinya sendiri. Seorang pemimpin jatuh karena kesalahannya sendiri dan bukan karena orang lain.
    3. Rasulullah memimpin dengan suri teladan yang baik karena tidak banyak menyuruh atau melarang tapi dengan menjadi contoh yang baik.
    4. Keteladanan sangat penting karena sehebat apa pun yang kita katakan tidak akan berharga kecuali kalau perbuatan kita seimbang dengan kata-kata.
    5. Rasulullah tidak menyuruh orang lain sebelum menyuruh dirinya sendiri.
    6. Rasulullah tidak melarang sebelum melarang dirinya.
    7. Kata dan perbuatannya amat serasi sehingga setiap kata-kata diyakini kebenarannya.
    Kepemimpinan Rasulullah tidak hanya menggunakan akal dan fisik, tetapi Beliau memimpin dengan kalbunya karena hati tidak akan pernah bisa disentuh kecuali dengan hati.
    8. Rasulullah menabur cinta kepada sahabatnya sehingga setiap orang bisa merasakan tatapannya dengan penuh kasih sayang, tutur katanya yang rahmatan lil alaamiin, dan perilakunya yang amat menawan. Seorang pemimpin yang hatinya hidup akan selalu merindukan kebaikan, keselamatan, kebahagiaan bagi yang dipimpinnya.
    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkhidmat dengan tulus dan menafkahkan jiwa raganya untuk kemaslahatan umat. Ia berkorban dengan mudah dan ringan karena merasa itulah kehormatan menjadi pemimpin, bukan mengorbankan orang lain. Pemimpin budiman tidak berpikir apa yang akan dia dapatkan dari umat, tetapi apa yang bisa dia berikan kepada umat.
    Hal penting yang bisa kita lakukan adalah memimpin diri sendiri.
    Jangan biarkan diri kita menjadi hina karena mata yang tidak terjaga atau karena tutur kata yang penuh kesombongan.
    Marilah kita tundukkan hati dan maknai hidup dengan berkhidmat kepada orang lain,
    karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya.
    Rasulullah Muhammad saw. Adalah pribadi yang agung, yang teladan-teladannya terus hidup dalam dada kita, kaum Muslimin hingga akhir zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s